Motor genre bobber Honda CMX500 Rebel termasuk entry-level yang mudah di-custom. Foto Raka Denny/Jawa Pos

JAKARTA – Motor roda dua kini berkembang dari sekadar alat transportasi menjadi bagian dari gaya hidup. Produsen menangkap fenomena tersebut dengan menelurkan motor berkapasitas mesin besar (big bike). Pasarnya pun terus meningkat mengikuti jumlah penghobi dan daya beli.

Secara umum, ada empat jenis motor besar di pasaran. Yakni, supersport, adventure, trail, dan cruiser. Masing-masing memiliki pendukung fanatik. Besarnya potensi pasar motor hobi membuat pabrikan tidak ragu menghadirkan big bike di Indonesia.

Marketing Director Astra Honda Motor Thomas Wijaya menyatakan, pasar big bike berkembang sejak 10 tahun terakhir mengikuti pertumbuhan kelas menengah. Karena sifatnya yang eksklusif, pertumbuhan pasar big bike tidak sebesar motor reguler. ’’Segmen konsumen premium makin banyak, tapi agak sulit dipetakan,’’ kata Thomas, sebagaimana  dilansir JawaPos.com.

Honda memang cukup serius menggarap pasar motor besar dengan mendirikan 10 diler Big Wing di sejumlah kota. Ada tujuh big bike yang diboyong pabrikan berlogo sayap tersebut. Yakni, CB500F, CBR500R, CB500X, CB650F, CBR650F, NM4 Vultus, dan CBR1000RR SP. Harganya mulai Rp 139 juta hingga Rp 575 juta. Honda lantas menambah lagi koleksinya dengan mendatangkan Honda CMX500 Rebel yang dekat dengan kriteria motor cruiser, tetapi tergolong custom sehingga tidak termasuk empat jenis big bike sebelumnya. ’’Rasanya, segmen ini (Rebel, Red) tidak akan duplikasi dengan yang lain. Misalnya, model adventure atau racing. Rebel benar-benar totally custom dan bakal mengisi segmen yang berbeda,’’ ujar Thomas.

Rebel mengusung mesin 471 cc 8-valve berkonfigurasi parallel twin cylinder. Mesin yang sama ditemui di Honda CBR500R. Namun, mesin yang dipasang pada Rebel diubah pada setelan electronic control unit (ECU) sehingga memperoleh torsi yang lebih besar dan merata di seluruh putaran mesin.

Pabrikan motor Eropa tidak mau dikangkangi Jepang. BMW menghadirkan motor gede entry-level yang bergaya urban street bike, BMW G 310 R. Motor yang diproduksi BMW Motorrad bersama TVS India itu diklaim paling cocok untuk menjelajah kota maupun perjalanan jauh. ’’Tidak peduli Anda rider bertubuh besar atau kecil, BMW Motorrad menjamin rider akan langsung betah mengendarai BMW G 310 R,’’ tutur CEO Maxindo Moto Joe Frans.

BMW juga menghadirkan motor genre cafe racer BMW R nineT Racer serta adventure trail R1200GS Rallye. G 310 R membuktikan upaya serius BMW Motorrad membendung Kawasaki Z250.

Bukan hanya BMW, Royal Enfield juga memamerkan Redditch 350 di ajang IIMS 2017. Sebagaimana yang diketahui, hampir semua produk Royal Enfield berkutat pada esensi desain klasik. Segmen penghobi menjadi fokus utama pabrikan yang satu itu. Hal yang cukup menarik dari Redditch 350 adalah konfigurasi mesin konvensional yang masih mengaplikasikan karburator saat pabrikan lain sudah menggunakan teknologi injeksi di motor dengan kubikasi yang sama.

Head Sales and Marketing Royal Enfield Indonesia Irwansyah Said menyatakan, desain klasik yang diusung Redditch lebih match jika mesinnya juga mengandung unsur klasik. ’’Classic 500 cc semua sudah menggunakan injeksi. Classic 350 cc serta Bullet (350 cc dan 500 cc, Red) pakai karburator,’’ jelasnya. (agf/c14/noe/JPG)

BAGIKAN