SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dikabarkan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat Pemkot Cilegon dan pihak-pihak yang diduga terlibat dan mengetahui pelaksanaan proyek trestle Pelabuhan Kubangsari selama sepekan kedepan.

Sumber radarbanten.com, menyebutkan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis, mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Cilegon Septo Kalnadi, dan Direktur PT Galih Medan Perkasa (GMP) Supardi selaku pelaksana proyek, Senin (4/5/2015) lalu, Kejati Banten dikabarkan akan melakukan hal yang sama terhadap sejumlah saksi-saksi lainnya yang juga sempat menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dengan kasus yang sama. Kasus ini di KPK menyeret mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat dan divonis tahanan penjara selama 3,5 tahun pada 2013 silam.

Pejabat selanjutnya, beber sumber tersebut, giliran mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon Yahya Bae, mantan Kabid Cipta Karya DPU Suherman, mantan Kasi Perencanaan Bidang Cipta Karya DPU Edi Hendarto dan mantan staff bidang Cipta karya DPU Jhoni Husband akan menyusul pada Rabu (6/5/2015) lusa.

“Ada kemungkinan Kejati juga akan menggunakan BAP (Berita Acara Pemeriksaan-red) yang dulu di KPK,” katanya.

Dikonfirmasi akan hal ini Kasipenkum Kejati Banten Yopi Rulianda tidak membantah atau membenarkan nama-nama di atas. “Saya belum tau informasinya,”ujarnya singkat menjawab pesan wartawan, Selasa (5/5/2015). (Wahyudin)

BAGIKAN