DELAPAN gembong narkoba sudah eksekusi mati di Lapangan Tembak Limus Buntu Pulau Nusakambangan, Rabu (29/4) dini hari.

Sebenarnya ada sembilan terpidana mati yang siap diterjang peluru tajam. Namun, di menit-menit akhir, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan mengejutkan: menunda hukuman mati Mary Jane Veloso.

Terpidana asal Filipina itu pun untuk sementara selamat. Namun, Mary Jane juga sempat menyampaikan permintaan terakhir. (Jawa Pos/sam/jpnn)

Berikut permintaan terakhir para terpidana mati sebelum didor.

1.Raheem Agbaje Salami
Kasus: Kepemilikan lima kilogram heroin
Permintaan: Organ tubuh didonorkan, dimakamkan di Madiun

2.Martin Anderson (Warga Negara Ghana)
Kasus: Kepemilikan 50 gram heroin
Permintaan: Dimakamkan di Bekasi

3.Mary Jane Fiesta Veloso (Warga Negara Philipina/eksekusi ditunda)
Kasus: Penyelundupan 2,6 kilogram heroin
Permintaan: Tidur bersama keluarga. Dipulangkan dan dimakamkan di Philipina

4.Andrew Chan (Warga Negara Australia)
Kasus: Penyelundupan 8 kilogram heroin
Permintaan: Menikah dengan pacarnya dan dimakamkan di Australia. Berangkat ke gereja besama keluarganya

5.Myuran Sukumaran
Kasus: Penyelundupan 8 kilogram heroin
Permintaan: Melukis sebanyak mungkin. Dipulangkan dan dimakamkan di Australia

6.Sylvester Obiek
Kasus: Penyelundupan 1,2 kilogram heroin
Permintaan: Belum mengajukan

7.Okwudili Oyatanze
Kasus: Penyelundupan 1,2 kilogram heroin
Permintaan: Belum mengajukan

8.Rodrigo Gularte
Kasus: Penyelundupan 19 kilogram kokain di papan selancar
Permintaan: Belum mengajukan

9.Zainal Abidin
Kasus: Kepemilikan 58,7 kilogram ganja
Permintaan: Dimakamkan di Nusakambangan. Sejumlah barang seperti jam tangan yang akan diserahkan untuk anak-anaknya, baju untuk teman-teman dan anaknya, perabotan masak yang diserahkan kepada juru masak di lapas dan peralatan tidur untuk diserahkan kepada teman-teman Zainal. (JPNN)