CILEGON – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi laporan hasil uji Labkesda terkait pengujian sample sisa muntahan warga yang mengalami keracunan makanan pempek dan tekwan.

“Dari sample muntah korban yang kita uji di Labkesda itu, hasilnya ternyata negatif. Artinya lab tidak dapat mendeteksi kemungkinan adanya faktor penyebab keracunan dari sample muntahan itu. Karena bisa jadi sample yang kita uji itu adalah muntahan yang kesekian dari korban, jadi tidak tersisa unsur penyebab keracunannya lagi,” ujarnya kepada radarbanten.com melalui sambungan telpon, Rabu (22/4/2015).

Untuk mengetahui penyebab kasus keracunan yang melanda puluhan warga Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon itu, pihaknya juga menyerahkan sampel makanan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan uji laboratorium. “Saya sudah koordinasi dengan Badan POM. Kayaknya ada hasil yang positif dari sampel makanan itu. Keracunan itu kan bisa dikarenakan kuman yang berpengaruh pada saluran pencernaan. Tapi positifnya seperti apa, saya belum tahu, karena mereka (BPOM-red) belum memberikan laporan hasil kepada saya,” sambungnya. (Devi Krisna)
Caption : Warga korban keracunan saat dilarikan ke IGD RSUD beberapa waktu lalu

BAGIKAN