SERANG – Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi
Banten telah melakukan uji laboratorium terhadap bihun bermerek
dagang Bersama Dua Mujair. Hasil uji laboratorium tersebut menyatakan
bahwa bihun tersebut negatif mengandung formalin.

“Kalau formalin tidak terbukti, hasilnya negatif. Karena kan kemarin
pihak kepolisian memintanya cek formalin. Kita sudah lakukan dan sudah
keluar hasil uji laboratoriumnya tidak terbukti mengandung formalin,”
jelas Kepala BPOM Provinsi Banten, M Kashuri kepada radarbanten.com,
Selasa (2/6/2015).

Namun demikian, Kashuri tidak menampik bahwa bihun tersebut mengandung
pengawet kimia. “Bahan kimia memang kita temukan pada pengawetnya. Itu
jenis pengawet yang biasa digunakan memang untuk makanan,” terang
Kashuri.

Ditanya mengenai jumlah kadar pengawet yang terdapat pada bihun
tersebut, Kashuri belum bisa memastikan jumlah batas penggunaan
standar untuk makanan. “Kalau takarannya memang kita belum sejauh itu.
Masalahnya teman-teman dari kepolisian baru meminta uji formalin saja.
Kalau memang nanti ada permintaan uji takaran kadar pengawetnya kita
siap melakukan uji coba terhadap sample makanan,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Banten menggerebek pabrik bihun yang diduga menggunakan pengawet dari bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan produknya, Selasa (26/5/2015). Pabrik yang terletak di Kampung Waru, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang itu sudah beroperasi selama 10 tahun.

(Wahyudin)

BAGIKAN