MERAK – Antoni Wahyudi (32), marinir gadungan tidak pernah menyangka dirinya akan berjumpa dengan orang yang telah ia tipu dengan berbagai modus di Mapolsek Pulomerak, Rabu (29/4/2015). Salah satunya Reza Farana (19), mahasiswa yang mengaku motor yamaha vixion miliknya dibawa kabur oleh pelaku. “Saya kenal dia dari teman yang satu kos dengannya (pelaku-red). Waktu itu dia janji mau ngasih saya kerjaan sebagai pelayan tiket di Ancol. Bukannya ngasih kerjaan, motor saya malah dibawa kabur. Alasannya dipinjam buat nemuin pacarnya di Ramayana, Serang,” ujarnya usai menengok pelaku yang telah ditahan di Mapolsek Pulomerak.

Reza datang ke Mapolsek dengan didampingi ibunya, untuk memastikan bahwa pelaku adalah orang yang dia cari selama ini. “Dia itu ngakunya bernama Hasan Ibrahim, anggota marinir TNI. Ngakunya dinas di Denjaka Cilandak. Bukan saya saja yang ketipu, handphone teman saya juga dibawa kabur sama dia (pelaku-red). Saya minta dia diberikan sanksi yang berat,” kata warga Pakupatan, Kota Serang ini dengan nada kesal.

Informasi yang dihimpun radarbanten.com, selain Reza, terdapat beberapa korban lainnya yakni Siti Nurmah (48) dan Susi Rahmawati (22), dua warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak dan Maya Khunayah (24) warga Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil. Kepada seluruh korbannya, pelaku kerap mengaku sebagai anggota marinir. Mulai dari modus menjanjikan pekerjaan, menemui teman, hingga melibatkan persoalan asmara yang dikemas sedemikian rupa oleh calo tiket di Stasiun Senen, Jakarta ini untuk mengambil hati dan mengelabui para korbannya hingga lengah. Pelaku membawa kabur motor dan handphone dari tangan para korbannya. “Motornya saya jual di Jakarta. Uangnya buat kebutuhan sehari-hari,” ungkap pelaku saat menjalani pemeriksaan.

Saat melakukan penangkapan, polisi berhasil mengamankan seragam TNI lengkap yang dikenakan pelaku, berikut fotokopi Kartu Tanda Anggota (KTA) palsu untuk meyakinkan korbannya. “Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Dan kita juga belum bisa memastikan berapa sesungguhnya jumlah korban yang telah ditipu oleh pelaku. Kami mengimbau warga, untuk tetap mewaspadai terhadap orang-orang asing yang baru dikenal,” kata Kapolsek Pulomerak Kompol Wiwin Setiawan. (Devi Krisna)