Tersangka saat menjalani pemeriksaan di Ditpolair Polda Banten

MERAK – Hujaeni dan Sarmadin, dua pengedar ribuan lembar uang palsu (upal) dan asli berbagai pecahan yang berasal dari 20 jenis mata uang asing diduga merupakan bagian dari sindikat besar. Dari tangan kedua warga Pandeglang ini, polisi mengamankan barang bukti ratusan lembar uang tunai pecahan satu juta euro asli.

Kepada penyidik Direktorat Polisi Air (Ditploair) Polda Banten keduanya mengaku memperoleh uang tersebut dari seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran. Hujaeni mengatakan, selama ini uang-uang itu dijual kepada kolektor yang membutuhkan. “Saya tidak mengedarkan. Yang beli biasanya tamu-tamu dari Jakarta, dari Jawa, yang cari-cari uang begitu, buat diakses ke BI (Bank Indonesia) gitu katanya,” ujarnya kepada penyidik, Jumat (22/1/2016).

Dalam transaksi uang tersebut, calon pembeli harus menunggu dalam tempo waktu tertentu sebelum mendapatkan mata uang yang dipesan. Hujaeni beralasan, untuk mendapatkan uang-uang tersebut dirinya harus berkoordinasi dengan keluarganya. “Alasan kita (kepada calon konsumen), uang ini ada di orangtua. Titipan, peninggalan harta karun,” bebernya.

Sementara itu, Sarmadin mengatakan selama sebulan ini dirinya belum mendapatkan keuntungan apapun selama menggeluti profesi barunya sebagai pengedar uang palsu.”Susah ngejualnya, karena ga masuk. Soalnya ada (uang) yang asli dan palsu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan lembar uang palsu dan asli berupa euro, dollar dan berbagai macam mata uang lainnya yang berasal dari Brazil, Vietnam, Belarusia, Oman, Korea Utara, Kamboja, Yugoslavia, China, Arab Saudi, Serbia dan mata uang pecahan seratus ribu rupiah berhasil diamankan Ditpolair Polda Banten dari tangan keduanya. “Jadi dalam modusnya, uang yang asli mereka tawarkan kepada calon pembeli. Setelah sepakat, maka mereka memberikan uang yang diduga palsu,” kata Direktur Ditpolair Polda Banten Kombes Pol Imam Thobroni. (Devi Krisna)

 

BAGIKAN