Pita segel KPK terbentang menutupi kantor PT BGD beberapa waktu lalu.

SERANG – Pihak PT Banten Global Development telah melaporkan potensi kerugian badan usaha milik daerah  (BUMD) ini kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Laporan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT BGD Franklin Paul Nelwan, kemarin (21/1/2016).

Sekretaris Perusahaan PT BGD Fatma Ratna Sari kepada Radar Banten Online menjelaskan bahwa kedatangan Dirut PT BGD Franklin kemarin hanya untuk melaporkan potensi kerugian perusahaan tempatnya bekerja.

“Kita laporkan perkembangan terakhir potensi kerugian perusahaan kami. Tapi saat ini masih berjalan sebagaian masih proses pengembalian oleh pihak perusahaan yang bekerjasama dengan kami,” terang Fatma kepada wartawan melalui sambungan telpon, Jumat (22/1/2016).

Fatma menjelaskan bahwa potensi kerugian tersebut bukan berarti kerugian di perusahaan ini telah terjadi. Ia melanjutkan, hanya saja saat ini masih terjadi pengembalian dari pihak kedua. “Beberapa kerja sama tidak dilanjutkan karena kebijakan direksi yang baru,” imbuhnya.

Melalui laporannya, Franklin Paul Nelwan menyebutkan potensi kerugian PT BGD mencapai Rp8.900.000.000 miliar. Angka potensi kerugian tersebut di dapatkan dari rincian KSO bricket kayu yang bekerja sama dengan PT Gooyang SW sebesar Rp10.000.000.000. Nilai pokok yang masih tersisa dari kerjasama ini mencapai Rp6,6 miliar.

Potensi kerugian berikutnya terjadi pada KSO kapal tongkang yang bekerjasama dengan PT Holmes Shipping dengan total nilai kerjasama Rp2.500.000.000. Pihak Holmes telah mengembalikan investasi sebesar Rp650 juta, dan tersisa potensi kerugian sebsar Rp1,85 miliar.

Potensi kerugian berikutnya terjadi dari kerjasama KSO batu split dengan nilai Rp1.120.000.000. Dari nilai kerjasama masih ada piutang penjualan (outstanding) sebesar Rp450 juta. Kerjasama ini dipegang oleh Wira Putra Raymond yang menggandeng PT Surya Abadi Jaya. Atas potensi kerugian kerjasama ini, PT BGD mengancam akan melaporkan ke pihak berwajib jika tidak diselesaikan oleh PT Surya Abadi Jaya.

Sementara kerjasama KSO tanah sebasar Rp4.000.000.000, KSO pasir laut    Rp1.000.000.000, KUB nelayan Rp375.000.000, tambak udang Rp364.852.325, mitigasi sebesar Rp50.000.000 telah dinyatakan selesai.

Dari seluruh KSO tersebut, PT BGD mengklaim telah mendapat keuntungan dari KSO slag steel dengan penjualan sebanyak 2.000 ton. Keuntungan yang didapat PT BGD dari penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp600 juta. Total untuk nilai usaha ini sendiri mencapai Rp1.400.000.000.

(Wahyudin)