Ini Proses Bedolan Pamarayan

SERANG – Pintu Bendungan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, telah dibuka sejak pukul 10.00 WIB, Kamis (11/10). Akan ditutup kembali Minggu (15/10).

Proses penyurutan air ini memakan waktu sangat lama. Hingga kini, air yang bersumber dari Rangkasbitung belum juga surut. Di area pinggir sungai air sudah surut, terlihat tumpukan lumpur sedalam setengah meter.

Panel nomor dua dan lima dibuka perlahan. Air yang membentuk arus deras itu pun terus mengalir kencang. Terdengar suara gemuruh khas air, persis banjir bandang. Bedanya, air di bendungan ini tak menghantam daratan.

Petugas Penjaga Pintu Air (PPA) Bendungan Pamarayan Toni mengatakan kanal timur dan barat ditutup. Air di dua kanal tersebut itu pun surut.

Dikatakan Toni, saluran Timur mengalir hingga Ciujung, Kragilan. Sedangkan saluran Barat mengalir sampai Pontang dan Tirtayasa.

“Namanya bedolan, kalau di sininya surut, tapi enggak bakalan kering, kalau hujan pasti banjir lagi,” katanya di Panel Jarak Jauh, Gedung Bendungan Pamarayan, Cikeusal, Kabupaten Serang, Kamis (12/10).

Satu alat berat dikerahkan, untuk mengalirkan lumpur ke sungai. Sayang, kata Toni, karena sudah sembilan tahun tidak dilakukan pemeliharaan, sedimentasi lumpur di Bendungan Pamarayan ini menebal.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah turut menyaksikan pembukaan bedolan Pamarayan. Ia pun ikut melihat proses arus air yang begitu cepat.

Sejak pagi masyarakat antusias melihat bedolan Pamarayan ini. Mereka melihat proses meluapnya air. Sempat terjadi kemacetan yang mengular, lantaran banyak warga ingin menyaksikan pesta rakyat tahunan ini. (Anton Sutompul1504@gmail.com)