SERANG – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan pemberitahuan kepada sopir angkot Cilegon-Serang terkait penertiban trayek, karena itu merupakan kewenangan Dishubkominfo Provinsi.

“Sebelum melakukan penertiban, kami sudah memberitahukan melalui surat kepada Pemprov, yang berkaitan dengan Senin (3 Agustus-red) ini. Kami akan memfungsikan dua terminal. Dan seharusnya Dishub Provinsi Banten yang memberitahukan,” kata Syafrudin kepada wartawan melalui sambungan telpon seluler, Senin (3/8/2015).

Menurut Syafrudin, yang menjadi kewenangan pihaknya hanya mengurusi angkot yang beroperasi di dalam kota. Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui pemberitaan di media massa.

Berkaitan dengan para sopir yang pendapatannya berkurang dan kehilangan penumpang, hal itu bukan menjadi urusan Dishubkominfo karena pihaknya hanya melakukan penataan trayek yang ada di dalam kota. “Sehari dua hari wajar ada gejolak, nanti juga akan terbiasa, karena kami juga punya kewajiban untuk menertibkan trayek,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kecewa lantaran tidak bisa masuk dalam kota Serang. Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang biasa beroperasi di trayek Serang – Cilegon, melakukan mogok narik, di samping terminal Kepandean, Kecamatan Serang, Senin (3/8/2015). (Fauzan Dardiri)