SERANG – Sejak kemarin ribuan warga Baduy dalam dan luar bergerak menuju Rangkasbitung, Pandeglang dan Serang sebagai tujuan akhir rangkaian seba. Puncak seba akan berlangsung malam ini di Pendopo Gubernur lama. Namun pemerintah selaku panitia masih kerap abai dengan hal-hal mendasar dalam menghadapi event tahunan yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Banten ini.

“Saya hanya menyorot satu hal yang dari tahun ke tahun tidak ada peningkatan kwalitas pelayanannya, yaitu MCK,” ungkap Iwan Subakti, pemerhati sosial budaya, melalui akun media sosialnya, Sabtu (25/4/2015).

Pria yang sering berkunjung ke Baduy ini menjelaskan, masyarakat Baduy adalah masyarakat yang sudah terbiasa mandi dua kali sehari. Apalagi dalam keadaan perjalanan jauh, mereka membutuhkan air bersih untuk mendinginkan kakinya dan juga membersihkan badan. Belum lagi keperluan buang air besar dan kecil.
“Bagi warga Baduy yang memiliki kenalan di Kota Serang, dipastikan mereka akan bertamu bersama rekan-rekannya hanya untuk urusan MCK,” ujarnya.

Iwan tak menampik bahwa panitia memang telah menyediakan toilet portable dan mobil khusus MCK. Namun seringkali air yang tersedia tak sebanding dengan jumlah peserta seba. “Saya kasihan buat yang kebagian bersihin itu peralatan. Hajat harus terlaksana sementara air tidak ada. Akhirnya minuman kemasan sebagai solusi,” ujarnya. (Qizink)