CILEGON – Tindak pelanggaran saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 cukup banyak ditemukan oleh Panwaslu Kota Cilegon, mulai dari pelanggaran administrasi maupun pelanggaran tindak pidana pemilu.

Ketua Panwaslu Kota Cilegon Ahmad Achrom mengatakan, untuk pelanggaraan administrasi pihaknya menemukan empat laporan yang berasal dari masyarakat dan temuan panwaslu sebanyak 34 kasus.

“Jadi total pelanggaran administrasi sebanyak 38 kasus. Pelanggaran administrasi kebanyakan berupa pelanggaran alat peraga kampanye yang sudah direkomendasikan ke KPU Kota cilegon. Kemudian pelanggaran berupa alat peraga kampanye yang sudah ditertibkan kurang lebih sekitar 4.000 buah, alat peraga yang ditertibkan oleh Panwaslu Cilegon sebanyak 5600 buah, sehingga total alat peraga yang ditertibkan mencapai 9.600 buah,” ujarnya.

Untuk tindak pidana Pemilu, lanjut Ahrom, panwaslu mendapatkan laporan berasal dari masyarakat sebanyak 6 laporan dan temuan dari panwaslu sebanyak dua kasus. Sedangkan untuk pelanggaran yang sampai ke gakkumduada ada enam laporan.

“Kasus tindak pidana yang baru direkomendasikan ke Polres Cilegon baru satu kasus yaitu kasus dugaan money politics yang dilakukan PPP dengan terlapor H Ahyan dan Ardiansyah. Kasus yang lain tidak direkomendasikan karena syarat formil dan syarat materilnya tidak terpenuhi atau tidak lengkap,” tandasnya. (Sefrinal)