SERANG – Rencana pembangunan jalan simpang susun (interchange) di Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang yang belum juga terwujud membuat perusahaan di Serang Timur kurang percaya terhadap Pemkab Serang. Perusahaan belum semua memberikan sumbangan dana untuk pembiayaan jalan masuk dan keluar Tol Merak-Jakarta itu karena menunggu proyek itu benar-benar dimulai.

“Segera mau melunasi semua, manakala sudah akan dimulai, karena harusnya kita sudah tiga tahun sudah direncanakan akan dilaksanakan tahun ini, tapi tidak dilaksanakan terus, maka perusahaan timbul perasaan kurang percaya,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Serang Mustofa saat ditemui Tangerang Ekspres (Radar Banten Group) di halaman Pendopo Bupati Serang, Selasa (18/3).

Menurut dia, minimal pemborong proyek itu sudah ada dan mau jalan, pengusaha siap memberikan dana itu. “Selama masih hanya perencanaan terus, ya pengusaha juga belum bayar, walaupun pengusaha juga di antaranya ada yang sudah setor,” katanya.

Ia mengatakan, respons perusahaan terhadap sejumlah biaya interchange yang dibebankan ke perusahaan baik. “Tidak ada keberatan, karena anggaran itu bukan hanya pengusaha saja tapi pemerintah daerah kabupaten dan provinsi,” katanya.

Sebelumnya diketahui Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman mengatakan, proses tender pembangunan interchange masih terus berlangsung. “Interchange kita targetkan selesai Juni 2015,” katanya saat ditemui wartawan seusai menghadiri Launching Bantuan Sosial APBD Kabupaten Serang di halaman Kantor Kecamatan Kramatwatu, KabupatenSerang, Kamis (12/12/2013).

Menurut Taufik, untuk sumber dana pembangunan interchange itu sejauh ini tidak ada kendala. Dana yang sudah ada itu di antaranya dari APBD Kabupaten Serang Rp 45 miliar, APBD Provinsi Banten sekitar Rp 60 miliar dari total Rp 90 miliar, dan dari perusahaan Serang Timur sekitar Rp 21 miliar. “Sudah terkumpul Rp 100 miliaran. APBD berikutnya dianggarkan lagi,” katanya seraya mengatakan, total kebutuhan dana untuk pembangunan interchange itu Rp 180 miliar. (Sutanto)***