Inventarisasi Lahan Tol Serang-Panimbang Ditarget Selesai Pekan Depan

Serang Panimbang
Dok: bappeda.bantenprov.go.id

SERANG – Proses inventarisasi lahan tol Serang-Panimbang ditarget harus selesai pekan depan. Sebab, pertengahan Agustus mendatang, pembebasan lahannya sudah harus mulai dibayarkan.

Apalagi, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama jalan tol sepanjang 84 kilometer itu pada minggu keempat Oktober 2017. “Pokoknya, pekan depan harus selesai, enggak boleh enggak,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, kemarin.

Kamis (27/7) depan, Pemprov Banten akan kembali mengundang Pemkab Serang, Pemkot Serang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perwakilan Wika Tol Serang Panimbang, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dan pihak terkait. Undangan itu untuk melihat progres dari proses pelaksanaan pembebasan lahan yang sudah ditentukan.

Ia mengatakan, dari 16 desa yang sempat menjadi kendala non-teknis, hanya desa-desa yang ada di Kabupaten Serang yang belum selesai. “Kota Serang posisinya hanya tanah sawah, kalau pun ada bangunan, tidak banyak. Kabupaten Serang, dapat cerita ada SD tidak terhitung sebelumnya,” kata Hudaya.

Namun demikian, Hudaya memastikan itu tidak akan menjadi masalah serius. Terlebih, Tol Serang-Panimbang merupakan bagian dari 12 proyek strategis nasional (PSN) yang penanganannya langsung dilakukan pemerintah pusat. “Yang penting begini, misalnya ada satu gedung karena ada satu dan lain hal, itu langsung uangnya dititipkan di pengadilan. Jadi, bisa dilakukan pembongkaran,” ujarnya.

Kata dia, nanti pemerintah akan memfasilitasinya, termasuk masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pemenuhan dokumen-dokumen kelengkapan lahannya. “Nanti pemerintah memfasilitasi kesulitan pemindahan gedung sekolah. Tinggal itu didata. Tidak perlu dikhawatirkan mereka mendapat kesulitan,” katanya.

Menurutnya, tahun ini, proses pembangunan fisiknya akan dilakukan lebih dahulu pada sepanjang sepuluh kilometer dengan pintu tol di Cikeusal, Kabupaten Serang. “Secara keseluruhan diharapkan selesai pada 2019,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyambut proses percepatan pembangunan tol yang masuk sebagai PSN ini. “Kita mendorong supaya cepat. Kewajiban daerah membantu program nasional itu,” katanya.

Pihaknya juga sedang menyiapkan program pembangunan zonasi infrastruktur pendukungnya. Pembangunan tersebut akan disesuaikan dengan tata ruang yang sudah ada sehingga saling mendukung. “Infrastruktur pendukung kita akan lihat di mana ada pembukaan, kita akan buka zonasi-zonasi pembangunan di situ,” kata pria yang akrab disapa WH itu.

Tujuannya, lanjut WH, agar keberadaan Tol Serang-Panimbang dapat memberikan efek bagi masyarakat sekitar. Misalnya, jalan penghubung tol dengan jalan provinsi atau kabupaten kota. “Kita bikin jalan koneksi dari kabupaten dengan provinsi. Lalu, kita bangun zona perumahan, industri, dan sebagainya,” ujar mantan Walikota Tangerang itu. (Supriyono/RBG)

BAGIKAN