SERANG – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Ranta Soeharta mengklaim bahwa geliat investasi di Provinsi Banten terus meningkat sehingga ikut menyerap banyak tenaga kerja.

“Pada tahun 2013, tenaga kerja yang terserap sebanyak 83.070 tenaga kerja, pada tahun 2014 meningkat sebanyak 119.511 tenaga kerja, dan tahun ini, sampai dengan Juni, sudah menyerap 36.243 tenaga kerja,” kata Ranta, Kamis (20/8/2015).
Kata Ranta, setiap tahunnya yang paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu Penanaman Modal Asing (PMA). Misalnya pada tahun ini, dari PMA terserap sebanyak 20.001 tenaga kerja, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 16.242.

“Sektor industri yang terbilang paling dinamis dalam menghasilkan pendapatan daerah dan banyak menyerap tenaga kerja,” kata Ranta.
Sementara itu, menurut Pengamat ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa Bambang capaian tersebut tidak bisa serta merta menjadi kepuasan pemerintah karena harus dilihat klasifikasi tenaga kerjanya.

“Saat ini khususnya di industri yang berasal dari PMA, kita hanya bekerja memproduksi barang yang bahan dasarnya dari luar negeri, misalnya sepatu, kita hanya mengelem,” kata Bambang.
Menurut Bambang, pemerintah jangan hanya memerhatikan serapan tenaga kerjanya saja, namun juga klasifikasi tenaga kerjanya. Karena itu menunjukan kualitas tenaga kerja dalam negeri. (Bayu)