JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menegaskan, munculnya berita Kabareskrim Komjen Budi Waseso (Buwas) akan dicopot merupakan manuver murahan dari orang-orang yang ingin menjatuhkan Buwas.

“Siapa orang-orang itu? Diduga adalah pihak-pihak yang selama ini kepentingannya terganggu karena Bareskrim melakukan pengeledahan di banyak tempat yang berkaitan dengan kasus korupsi,” kata Neta, Rabu (2/9) kepada JPNN.

Neta menjelaskan, penggeledahan yang paling spektakuler adalah kantor Dirut Pelindo II, RJ Lino dan di Pertamina Foundation serta kantor Migas.

“Dengan adanya pihak-pihak tertentu melemparkan isu bahwa Buwas akan dicopot, Kabareskrim itu harus bekerja cepat, memproses kasusnya dan melimpahkan BAP-nya ke kejaksaan,” ungkapnya.

Dengan adanya manuver isu pergantian ini, Buwas harus menjadikannya sebagai momentum untuk menahan para tersangka korupsi dan segera melimpahkan BAP ke kejaksaan.

“Dalam pandangan IPW, isu pencopotan itu hanyalah manuver dari para koruptor,” tegasnya.

Menurutnya, manuver ini harus diperangi Buwas jika tidak ingin jadi korban kebrutalan para koruptor. Elite pemerintahan dan penguasa jangan mau dipengaruhi dan diperalat para koruptor untuk membantai aparatur penegak hukum yang sudah bekerja konsisten seperti Buwas.

“Sejak Buwas melakukan gebrakan dalam menangani kasus KPK, Migas, Pelindo, IPW sudah dapat berbagai informasi bahwa akan muncul intervensi untuk menjatuhkan Buwas dengan berbagai cara,” katanya.

“IPW mendukung langkah Buwas dan memeriksa pejabat negara yang terlibat, dan buwas jangan takut karena rakyat di belakangnya.” pangkas Neta. (boy/jpnn)