Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Iip Suafruddin meminta kepada masyarakat untuk tidak bersikap diskriminatif kepada anak mantan anggota ormas Gafatar. Iip berharap mereka bisa diterima kembali di lingkungan masyarakat tempat tinggal sebelumnya.

“Di Banten, saya belum mendapatkan informasi berkaitan dengan para pengungsi eks Gafatar. Padahal info awalnya, ada puluhan orang asal Banten yang juga menjadi pengikut organisasi itu dan akan dikembalikan ke masing-masing daerahnya. Harapan kepada masyarakat luas, tolong mereka bisa diterima kembali seperti sedia kala. Terlebih untuk anak-anaknya mereka, yang tidak tahu dan mengetahui keadaan walinya yang menjadi pengikut aliran ormas tersebut,” papar Iip, Minggu (24/1/2016).

Menurut Iip, harus ada pemisahan dalam permasalahan tersebut, khusunya untuk anak-anak. Menurutnya, yang bertanggungjawab adalah walinya, bukan anak-anak yang menjadi korban. “Hak-hak mereka harus tetap diberikan oleh setiap orang dewasa, seperti hak bermain, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan lain-lain,” sambungya.

Iip melanjutkan, perlindungan terhadap anak sudah diatur dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Ps. 59 Point C, bahwa anak-anak ini masuk pada kriteria Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus. Jadi, lanjut Iip, harus dilakukan upaya-upaya rehabilitasi sosial bagi anak-anak tersebut. (Bayu)