TERNYATA pijat pada bayi merupakan salah satu cara hubungan anak dan orang tua. Diungkapkan seorang fisioterapis Niniek Soetini, dengan memijat, akan ada interaksi intim antara anak dan orang tua. Bayi akan merasakan kenyamanan dari sentuhan ayah atau ibunya.

“Mungkin selama ini orang tua mempercayakan pijat anak kepada terapis. Namun, akan lebih baik kalau dipijat sendiri,” katanya.

Bukan sekadar memijat, orang tua diharapkan bercakap-cakap dengan bayinya. “Walaupun belum bisa menimpali, selama dipijat silahkan diajak bicara,” jelas dia.

Perempuan yang mengambil gelar master fisiologi olahraga di Universitas Udayana Bali tersebut menuturkan, pengaruh pijat bayi rutin akan terbawa sampai dewasa.

Dia mencontohkan, anak akan mencari orang tuanya ketika mengalami masalah di masa remaja. “Bukan ke teman atau orang lain. Itu disebabkan anak menyimpan memori nyaman saat rutin dipijat,” kata Niniek lagi.

Dia juga menyarankan, orang tua yang masih ragu memijati anaknya bisa menyontoh gerakan pijat dari terapis. “Pada percobaan pertama, orang tua bisa mencoba untuk jangka waktu pendek. Misalnya, sekitar 15 menit,” ungkapnya.

Niniek juga memberi tips agar bayi lebih nyaman saat dipijat, antara lain pemijatan harus dilakukan setelah anak kenyang. Paling tidak satu jam setelah anak makan atau minum susu. Selain itu, orang tua harus memastikan anaknya dalam keadaan tenang. “Kalau bayi pas rewel, malah kasihan. Bisa-bisa kembung,” ujar dia. (jpnn)

BAGIKAN
Just another simply photojournalist