Jelang Lebaran, Gepeng Marak Lagi di Cilegon

CILEGON – Menjelang Lebaran, gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai marak. Pantauan Radar Banten, Senin (19/6), gepeng terlihat di sejumlah lokasi seperti di depan pertokoan jalan protokol, di perempatan Pondok Cilegon Indah (PCI), perempatan administration building (ADB) PT Krakatau Steel (KS), di depan Pusdiklat KS, dan di perempatan Damkar.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Penyandang Cacat Disabilitas Tuna Sosial Bidang Rehsos Dinas Sosial (Dinsos) Mamat Slamet mengakui bahwa gepeng kembali marak. Dia pun meminta warga bersabar menghadapinya. “Sabar saja dulu, kita sedang upayakan untuk menentukan waktu yang tepat menggelar razia,” kata Mamat, kemarin.

Dinas Sosial, kata Mamat, memang belum melakukan razia gepeng sejak awal dan pertengahan Ramadan. Meski begitu, pihaknya selalu mendapatkan limpahan gepeng hasil monitoring petugas Satpol PP Cilegon. “Kita kan tugasnya merehabilitasi. Jadi, kita selalu menerima hasil monitoring Satpol PP,” jelas Mamat.

Menurutnya, tugas untuk mengeksekusi penyakit masyarakat di lapangan merupakan tugas Satpol PP. “Kita tugasnya melakukan rehabilitasi para gepeng hasil monitoring Satpol PP. Sekitar dua minggu lalu, kita juga mendapatkan limpahan gepeng hasil monitoring Satpol PP. Kita diam bukan berarti kita tidak bertugas,” tutur Mamat.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk kembali melaksanakan razia gabungan. “Ya, tidak lama lagilah. Untuk razia gabungan ini kan semuanya harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan. Jadi, tunggu saja dulu,” imbuh Mamat.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Sofan Maksudi saat dikonfirmasi malah mengelak. Menurutnya, razia gepeng justru bukan kewenangan Satpol PP. “Itu bukan kewenangan kita, tapi kewenangan Dinsos karena program kerjanya ada di Dinsos. Jadi, tanya saja langsung ke Dinsos,” ujar mantan sekretaris Kecamatan Cilegon itu.

Selama ini, kata dia, tugas Satpol PP hanya membantu, mem-backup, menangkap, dan mengeksekusi saja. Sedangkan tugas utamanya tetap saja ada di Dinsos. “Kalau pun nanti ingin menggelar razia gabungan, yang mempunyai kewenangan juga tetap Dinsos, bukan kami,” tandasnya. (Umam/RBG)

BAGIKAN