CILEGON – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kota Cilegon Soeparman menyebutkan jumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), ormas, dan sejenisnya yang belum terdaftar di Kota Cilegon saat ini hampir sama dengan LSM yang sudah terdaftar. Kendati tidak menyebutkan jumlah LSM bodong itu secara rinci, namun ia mengaku jumlah itu akan terus mengalami peningkatan terutama menjelang pilkada. “LSM bodong di Kota Cilegon itu banyak. Saat ini, yang terdaftar di kita (Kesbanglinmas) ada sekitar 86 LSM dan ormas. Jumlahnya hampir sama dengan yang bodong, apalagi mau musim Pilkada, pasti tambah banyak LSM dadakan,” ujarnya kepada radarbanten.com saat dijumpai di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Kamis (19/3/3015).

Sayangnya, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, pihaknya hanya memiliki kewenangan untuk mengawasi kerja LSM tanpa dapat membubarkan LSM bodong tersebut. “Mereka bisa saja dibubarkan seandainya telah melakukan tindakan pidana. Misalnya, mereka berbuat anarkis saat melakukan aksi, bisa kita bubarkan. Ngapain kita ngebina mereka (LSM bodong-red), daftar juga tidak, berarti kan tidak ada saling pengakuan. Berarti mereka tidak mengakui keberadaan pemerintah daerah,” katanya. (Devi Krisna)