Jenderal Gatot Nurmantyo: Kita Harus Jadi Bangsa Pemenang

SERANG – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hari ini mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dalam giat tersebut Gatot berkesempatan menyampaikan pidato kebangsaan.

Di depan ratusan tamu undangan serta mahasiswa, Gatot mengungkapkan, saat ini kita hidup pada tantangan apakah kita jadi bangsa pemenang atau pecundang dalam kompetensi global. Persaingan global ini seiring dengan semakin besarnya jumlah penduduk serta majunya teknologi dunia.

“Kita harus jadi bangsa pemenang,” ujar Gatot yang disambut riuh tepuk tangan, Senin (17/7).

Menurutnya, dengan seiring majunya teknologi dunia, media sosial sangat berpengaruh dalam kehidupan. Media sosial bisa memberikan berbagai kemudahan akses informasi, serta kemudahan-kemudahan lainnya.

Gatot mengaku tahun lalu pernah memprediksi 15 tahun ke depan manusia bisa menikah dengan robot, namun perhitungannya tersebut salah setelah tahun ini ada negara yang mulai melegalkan pernikahan manusia dengan robot.

“Selain itu robotnya pun sudah seperti manusia, lihat,” kata Gatot sambil menunjukkan video interview robot manusia dalam acara talkshow yang diputar di layar lebar.

Contoh lain dari kemajuan teknologi dan pengaruh media sosial terhadap kehidupan, saat ini,  banyak perusahaan pelayanan jasa hanya membangun sistem. Namun dengan sistem tersebut bisa memberikan keuntungan besar.

“Sekarang ada perusahaan taksi tapi dia tidak punya taksi, hanya mengendalikan melalui teknologi, apa itu? Uber. Perusahaan itu tidak punya satupun taksi tapi beroperasi dimana-mana. Perusahaan menyediakan segalanya tapi dia tidak memiliki toko, dan kita bisa membeli melalui jarak jauh. Apa itu? Bukalapak, Blibli, Ali Baba, Amazon. Transaksi bisa melalui genggaman teknologi,” ujarnya.

Menyadari hal tersebut, menurutnya, masyarakat Indonesia harus siap menghadapi  tantangan zaman tersebut. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)