SERANG – Puluhan mahasiswa dan pelajar yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Pembebasan berunjukrasa, Sabtu (18/10/2014) di Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang. Mereka menuntut dihancurkannya sistem demokrasi untuk diganti dengan sistem khilafah.

Koordinator aksi Ridwan Amrullah dalam orasinya mengatakan, sistem demokrasi Indonesia berasaskan sekulerisme, sehingga cita-cita kemerdekaan untuk mensejahterakan rakyat melindungi dan memanfaatkan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat tidak dicapai.

“Hancurkan demokrasi, hancurkan demokrasi, hancurkan demokrasi,” pekiknya.

Dari rilis yang diterima radarbanten.com, resolusi mahasiswa pada 10 Oktober 2014 dibuat di Jakarta berisi 5 tuntutan terhadap Jokowi yang meminta pengembalian pengelolaan tambang emas Papua, blok Cepu, blok Mahakam, dan blok Natuna kepada negara. Kemudian penghentian pinjaman luar negeri, pengalihan investasi non riil kepada sektor riil, larangan pergaulan bebas. Pengunjukrasa ingin mengganti sistem pemerintahan NKRI.

“Kami menuntut kepada Jokowi untuk mengganti sistem demokrasi dengan sistem Islam dalam kepemimpinan khilafah,” katanya. (DIAN)
BAGIKAN