CILEGON – Meski jumlah industri besar dan sedang (IBS) bertambah, namun jumlah pengangguran di Banten masih tetap tinggi.

Hal tersebut mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten tahun 2017, dimana pertumbuhan IBS naik 5,22 persen sedangkan industri mikro dan kecil (IMK) naik 24,70 persen.

 

Kemudian, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 sebesar 5,08 juta orang, turun sekitar 11 ribu pekerja jika dibandingkan dengan Agustus 2016. Sedangkan pada periode yang sama juga terjadi peningkatan tingkat pengangguran terbuka dari 8,92 persen menjadi 9,28 persen.

 

Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat menghadiri pelatikan pengurus wilayah jaringan pengusaha nasional (Japnas) Provinsi Banten di salah satu hotel di Cilegon, Rabu (6/12), mengajak PW Japnas Banten untuk meningkatkan sinergitas bersama Pemkot Cilegon untuk membangun masyarakat yang mandiri, untuk mengatisipasi angka pengangguran tersebut.

“Mencetak wirausaha yang mandiri merupakan strategi pemerintah. Dengan adanya sektor UKM pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap menjadi berkurang. Sektor UKM terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh. Kita berharap peran Japnas untuk memajukan ini,” ujar Edi.

Sementara itu, Ketua Umum PW Japnas Banten periode 2017-2021 yang baru dilantik, Adi Setiawan mengaku dibawah kepemimpinanya Japnas Banten optimis akan membangun wirausaha yang unggul untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing di Provinsi Banten.

“Japnas Banten akan melakukan sinergi antara pengusaha dengan perbankan serya pengusaha dengan pemerintah atau stakeholder. Para pengusaha duduk bersama dengan kalangan perbankan dan pemerintah diantaranya untuk mengetahui bagaimana prosedur kredit yang benar atau mengetahui kemampuan bank bisa memback up industri serta kerjasama bisnis yang saling menopang antara perbankan, pemerintah dan pengusaha dan melakukan sinergi usaha dengan berbagai sektor industri di Banten,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)

 

BAGIKAN