MERAK – Korban kecelakaan lalu lintas selama mudik tahun 2015 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2014 lalu. Tercatat korban kecelakaan meninggal dunia dari H-7 sampai H+3 mencapai 6 korban jiwa, sementara pada tahun 2014 tercatat hanya 5 korban jiwa.

Anggota Analisis Evaluasi (Anev), Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Andrie menyatakan, jumlah kejadian tahun ini trendnya ada yang mengalami penurunun, namun juga ada yang mengalami peningkatan. “Dibandingkan tahun 2014 jumlah korban meninggal dunia bertambah dari 5 orang menjadi 6 orang, untuk korban luka berat dari 21 orang menjadi 23 orang. Ada pun untuk korban luka ringan mengalami penurunan dari sebelumnya 48 orang menjadi 28 orang,” kata Andrie, di pos penjagaan pengamanan mudik, di lingkungan Cikuasa atas, Selasa (21/7/2015).

Dikatakan Andrie, akibat jumlah kecelakaan yang mengalami peningkatan, kerugian materil pun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 62.400.000, tahun ini menjadi Rp 107.200.000. “Data tersebut hanya baru sampai H+3 dari H-7. Jumlah tersebut bisa saja bertambah, karena hari ini diprediksi menjadi puncak arus balik mudik,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati lagi dalam berkendara. “Karena saat ini di samping banyak pemudik, beberapa jalur di Kota Cilegon dipenuhi wisatawan yang hendak ke pantai. Kami menyarankan agar menjaga jarak, mentaati rambu-rambu lalu lintas dan mengatur kecepatan,” imbaunya.

Andrie menambahkan, posko pengamanan mudik akan beroperasi sampai tanggal 25 Juli atau H+8. “Sesuai intruksi dari Markas Besar (Mabes) Polri posko akan dibuka sampai tanggal 25 Juli. Tetapi kita menunggu intruksi dari Pak Kapolda Banten,” imbuhnya. (Rahmatullah)