CILEGON – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali, mengaku baru mengetahui kabar adanya insiden pembatalan sepihak keberangkatan siswa kelas IX SMP Islam Al-Azhar 27 YPKS Cilegon ke wisata Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur. Rencana wisata yang berujung penolakkan penyelenggara untuk mengembalikan biaya Rp2 juta tersebut dinilai merugikan wali murid.

Muhtar Gojali, selaku Kadindik juga mengaku kaget dan menyesalkan, karena menurutnya selama ini pihak sekolah tak pernah melaporkan rencana kunjungan itu. “Selama ini kami tidak menerima pemberitahuan dari pihak sekolah terkait dengan wisata itu. Lagipula, ngapain jauh jauh sampai ke Bromo? Disini juga kan banyak tempat wisata yang berorientasi pada pendidikan. Kalau sebelumnya mereka memberitahu, tentu akan kami larang, dan kami arahkan,” ujarnya kepada radarbanten.com diruang kerjanya, Kamis (21/5/2015).

Diberitakan sebelumnya, kekesalan wali murid itu semakin menjadi, ketika pihak sekolah dianggap tidak mampu dan terkesan mengabaikan persoalan itu. “Sebelum mengambil sikap lebih jauh, secepatnya, hari ini juga saya akan undang Kepala Sekolahnya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut,” sambung Muhtar.

Persoalan itu, menurutnya tidak akan menjadi hal yang besar bila adanya langkah antisipasi dari pihak sekolah untuk membendung kekecewaan wali murid. “Seharusnya ada koordinasi dengan wali murid. Kalaupun rencana keberangkatan itu dibatalkan, uang wali murid harus dikembalikan utuh, itu adalah resiko,” tandasnya. (Devi Krisna)