SERANG – Kampanye PDI-Perjuangan dikeluhkan pihak pengelola Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) 2 Pasundan, Kota Serang. Pasalnya, cek pengeras suara untuk
kampanye mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBMyang sedang
berlangsung di sekolah ini.

“Kalau ke kita suara aja bentuknya yang mengganggu.
Tadi sempet bising pas check sound,” terang Darja, Kepala SMK 2 Pasundan
saat ditemui di ruangan kerjanya di Jl Letnan Jidun, Kepandean, Kota Serang,
Kamis (20/3/2014).

Darja berharap, parpol mematuhi semua peraturan kampanye.
“Jangan deket-deket sekolah, terus anak-anak jangan dilibatkan dalam
kampanye. Biar anak-anak proses belajar mengajarnya juga enak,” lanjutnya.

Anggota Bawaslu Banten Eka Satialaksmana melalui sambungan
telpon menyatakan sudah mengutus petugas Panwaslu Kota Serang untuk menegur
penyedia jasa sound system.

Dirinya berpendapat bahwa yang melakukan check sound adalah
petugas sound system yang disewa oleh parpol, bukan penyelenggara kampanye.
“Harusnya persiapan segala macam itu jauh-jauh waktunya. Seperti sudah
selesai pada malam hari atau sehari sebelumnya sehingga tidak mengganggu pihak
lain,” sambung Eka.

Agus R Wisas, salah satu caleg PDI-Perjuangan, yang akan
mengikuti kampanye siang nanti mengatakan bahwa partainya mengikuti aturan yang
ada. “Itu tempat KPU yang menentukan. Kita kampanye dari Sstadion Maulana
Yusuf ke lapangan eks Terminal Kepandean lewat jalan protokol,” jelasnya.

Kampanye PDI-Perjuangan di Kota Serang sendiri akan
berlangsung siang ini pukul 13.00 dengan pawai becak bercat merah. (Wahyudin)