CILEGON – Pola kampanye musim Pilkada serentak, berbeda dengan kampanye-kampanye dalam beberapa perhelatan demokrasi sebelumnya. Tahapan kampanye tertutup Pilkada Kota Cilegon sudah bergulir sejak 28 Agustus lalu.

Meski tidak tampak semeriah kampanye sebelumnya, namun momen itu dimanfaatkan dengan baik oleh dua kandidat untuk menarik perhatian warga calon pemilih.

Tb Iman Ariyadi, salah satu dari dua kandidat pasangan calon mengatakan, selain dirinya terjun secara langsung menemui masyarakat konstituen, dirinya juga mempercayai kerja mesin partai koalisi untuk mendulang dukungan dari berbagai elemen warga.

“Saya hadir dibeberapa undangan dari warga, termasuk mesin parpol (koalisi) juga bekerja dengan mekanisme masing-masing sesuai dengan komitemen. Saya yakin, mereka (parpol koalisi) punya caranya masing-masing,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat DPD Partai Golkar, Senin (12/10/2015) sore.

Ia meyakini, kerja seluruh parpol yang menjalin kerjasama mengusungnya dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan nilai instruksi dari pimpinan parpol itu masing-masing yang telah berkomitmen untuk mendukungnya bersama Edi Ariadi.

“Target koalisi itu kan adalah apa yang dihasilkan dalam suara partai masing-masing. Saya yakin, mereka (parpol koalisi) bisa mengamankan suara perolehan mereka masing-masing pada pileg, dan saya berharap itu berbanding lurus dengan raihan pilkada sekarang,” jelasnya.

Hal yang sama dilakukan oleh pasangan dari jalur independen, Sudarmana dan Marfi Fahzan.

Pantauan radarbanten.com di kediaman Sudarmana, mantan TNI itu tidak henti-hentinya dikunjungi oleh sejumlah warga yang disinyalir merupakan kalangan warga yang memberikannya dukungan. Namun sayang saat dikonfirmasi, Sudarmana menolak untuk memberikan keterangan kepada wartawan.

“Maaf saya lagi banyak tamu, lain kali saja,” katanya singkat seraya meninggalkan wartawan. (Devi Krisna)