Kampung Jatigede di Binuang Disapu Puting Beliung

Sepuluh Rumah Rusak, Tiga Rumah Ambruk

0
193
MENGUNGSI: Keluarga Rojiun masih bertahan di tenda darurat yang didirikan warga Kampung Jatigede, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kamis (20/4). FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

BINUANG – Hujan angin yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang, Rabu (19/4) sore, memporak-porandakan belasan rumah warga di Kampung Jatigede, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. Setidaknya, ada sepuluh rumah warga yang rusak dan tiga rumah warga lainnya ambruk. Tidak ada satupun korban luka dan meninggal dunia akibat bencana alam ini.

Pantauan Radar Banten, Kamis (20/4), puing bangunan tiga rumah dari kayu dan bilik bambu yang ambruk sudah dibersihkan dan dikumpulkan oleh warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Pemilik ketiga rumah bernama Masitoh, Mudasir, dan Rojiun, mengungsi. Masitoh dan Mudasir bersama keluarganya mengungsi ke rumah saudara dan tetangganya. Sementara, hanya Rojiun dan keluarganya yang mengungsi ke tenda darurat yang didirikan oleh warga Jatigede.

Sementara, sepuluh rumah yang disapu puting beliung dinyatakan mengalami rusak ringan. Warga kampung telah bergotong royong memperbaikinya.

Radar Banten melihat telah ada tenda pengungsian dari BPBD. Namun, hingga kemarin siang, tenda tersebut belum didirikan.

Di tenda darurat, Rojiun menuturkan, sapuan puting beliung di kampungnya sempat membuat warga panik dan takut. Warga, termasuk Rojiun dan keluarganya, kalang kabut, berhamburan keluar rumah. Hal itu justru menyelamatkan warga. Tidak ada warga yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

“Sekarang (kemarin-red) mah tinggal di tenda dulu. Satu keluarga,” tutur Rojiun. Ia berharap, rumahnya dapat dibangun kembali. “Harapannya ada bantuan dari pemerintah,” tutur buruh serabutan itu.

Menurut Camat Binuang Muhammad Iskandar, puting beliung menyapu Jatigede sekira pukul 16.58 WIB selama sekira 90 menit. Tiga rumah yang ambruk tidak bisa ditempati lagi karena sudah rata dengan tanah. “Beberapa dari mereka (korban yang rumahnya ambruk-red), untuk sementara tinggal di rumah saudara dan tetangganya,” tegas Iskandar.

Iskandar memastikan tidak ada korban luka dan korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Namun, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp51 juta. “Itu kerugian untuk tiga rumah (yang ambruk-red),” jelasnya.

Bencana alam di Jatigede, lanjut Iskandar, sudah dia laporkan kepada Bupati Serang. “Sudah kita sampaikan foto dan datanya. Dari BPBD juga sudah ke sini. Baru ada bantuan sembako dari Dinsos,” terangnya.

Kepala BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana mengaku sudah mengirim personelnya untuk mengevakuasi korban dan reruntuhan bangunan ke Jatigede. “Sudah ke lokasi kemarin (Rabu, 19/4-red), dari TRC (Tim Reaksi Cepat),” katanya.

Tenda family yang dikirimkan ke lokasi bencana, menurutnya, untuk menampung sementara korban puting beliung. “Kita akan menyediakan yang menjadi kebutuhan di lapangan. Kalau butuh dapur umum kita sediakan,” tegas Nana. (Rozak/Radar Banten)