TANGERANG – Koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Golkar kemungkinan bisa terwujud. Duet dua partai politik besar di negeri ini diprediksi mampu memberikan lawan sebanding untuk calon petahana Arief R Wismansyah dalam Pilkada Kota Tangerang 2018.

Diketahui, Golkar dengan enam kursi di parlemen sampai saat ini telah memberikan rekomendasinya untuk Ketua DPD II Kota Tangerang Sachrudin sebagai calon walikota atau calon wakil walikota. Sementara PDIP menggadang-gadang dua sosok untuk maju dalam kontestasi pesta demokrasi. Mereka adalah Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsina dan Ketua Gerakan Nelayan dan Tani Provinsi Banten Hugo S. Franata.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Zaki Mubarak mengatakan, tren koalisi PDIP dan Golkar sebelumnya pernah tercipta di beberapa daerah. Salah satunya terjadi di Pilkada DKI, di mana dua parpol itu sama-sama mengusung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

“Ya sangat mungkin. Dan secara politik rasional, hal itu bukan sebuah kemustahilan karena dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Semua demi kepentingan dua partai yang berkoalisi,” katanya, Senin (13/11).

Menurut Zaki, baik PDIP dan Golkar saat ini sangat membutuhkan win-win solution untuk bertarung dalam pesta demokrasi pada 28 Juni 2018 mendatang. Terlebih komunikasi yang dibangun dengan petahana Arief belum menemukan kesepahaman untuk mewujudkan koalisi dan berpasangan.

“Sosok Sachrudin saat ini sangat membutuhkan koalisi, begitu sebaliknya dengan PDIP. Nah semua tinggal tergantung proses komunikasi antar kedua partai besar tersebut. Apakah menuai kata sepakat atau tidak,” jelasnya.

Sebab, lanjut Zaki, calon Golkar yakni Sachrudin dan kandidat yang diusung PDIP membutuhkan dukungan konkrit dan lebih kuat untuk bisa memenangi pilkada.

“Apalagi jika PDIP dan Golkar bisa mendapatkan satu partai untuk tambahan koalisi, seperti PKB. Karena sampai saat ini masing-masing partai belum memiliki figur yang setara untuk berkompetisi dengan Pak Arief. Jadi mungkin saja mereka saling memerlukan dan itu positif untuk menjadikan pilkada lebih kompetitif,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menegaskan, koalisi yang dibangun PDIP dan Golkar untuk pilkada tahun depan akan terbuka lebar. Ia memastikan tren dua partai dalam membangun sebuah perahu sudah banyak terjadi di sejumlah daerah.

“Koalisi besar ini cukup berpeluang. Mengingat jumlah kursi di parlemen cukup signifikan. PDIP sepuluh kursi dan Golkar punya enam kursi. Dan ini melebihi untuk menghantarkan pasangan calon yang diusung PDIP dan Golkar dalam pilkada nanti,” katanya. (mg-05/asp)

BAGIKAN