SERANG – Pasca aksi sweeping yang dilakukan ojek pangkalan (Opang) kepada ojek online dan penutupan sementara ojek online oleh Pemkot Serang, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengimbau masing-masing supaya sama-sama menahan diri, tidak boleh ada satu pihak yang merasa menang atau ada satu pihak yang merasa kalah.

“Tetap dukung satu sama lain secara bersama-sama. Jangan merasa sudah mendapatkan angin atau tutup sementara. Jangan, tidak boleh karena peraturan belum jelas,” ujarnya saat ditemui pada acara Sosialisasi Pengamanan Pilkades di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (13/11) malam.

Komarudin sangat menyayangkan ulah oknum-oknum yang melakukan upaya sweeping. Oleh karena itu, ia akan tindak tegas pelaku-pelaku sweeping tersebut.

“Seluruh masyarakat mempunyai, hak yang sama, tidak boleh ada masyarakat merasa terintimidasi. Saya sangat mengimbau masing-masing pihak baik opang dan ojek online sama-sama menahan diri,” tegasnya.

Komarudin menilai harus ada mediasi antara ojek pangkalan dan ojek online. Hal itu bertujuan untuk mencari solusi kesepakatan antara kedua belah pihak, agar saling berdampingan satu sama lain.

“Saya sudah minta ke Pemkot, Dishub, Asda I, segera mungkin dipertemukan pihak ojek online dan ojek pangkalan. Karena kita belum bisa menemukan atau menyamakan persepsi,” katanya.

“Kelompok tertentu dengan satu pihak merasa pengahsilan berkurang. Sementara dipihak lain merasa pelayanan perlu dan lebih baik,” tukasnya. (Anton Sitompul/antonsutompul1504@gmail.com).