Andiara Aprilia Hikmat diprediksi melenggang ke Senayan, menjadi senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Banten. Hal itu terlihat dari perolehan suara sementara di kabupaten/kota di Banten. Meski jarang terlihat ke publik, putri Gubernur Ratu Atut Chosiyah ini punya pandangan tersendiri tentang peringatan Hari Kartini. Berikut petikan wawancara dengan Andiara;

Apa yang anda tahu tentang Hari Kartini?

Raden Adjeng Kartini, merupakan putri Bupati Jepara kala itu, kelahiran 21 April 1879. Merupakan sosok yang cerdas dan peduli terhadap perempuan pada masanya. Sikap kritisnya tentang keprihatinan terhadap perempuan, terlihat dari kumpulan surat yang tertuang dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kartini meninggal pada 17 September 1904. Setidaknya, tiga hal yang beliau perjuangkan yakni, wanita pun bisa berkarir, punya hak mendapat pendidikan yang setara, dan berani menyuarakan pendapat.

Jadi sangat tepat jika Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964 menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini.

Apa makna peringatan Hari Kartini?

Tentu saja sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender dan emansipasi wanita. Kartini merupakan pahlawan yang menjadikan pergerakan wanita semakin terasa dan berdampak luar biasa. Saat ini, kiprah perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan pemerintaham bukan hal yang begitu tabu.

Lantas apa yang perlu diteladani?

Sosok kartini sebenarnya mempunyai sifat-sifat perempuan masa kini. Bahkan banyak teladan yang bisa diambil dari perempuan kelahiran Jepara tersebut. Kartini sebagai perempuan yang tidak berhenti belajar, hingga menguasai Bahasa Belanda. Punya keinginan untuk memajukan perempuan, memperoleh kebebasan, otonomi, dan persamaan hak. Oleh karena itu, peran serta perempuan dalam pembangunan adalah sebuah kewajiban.

Bagi kaum wanita, apakah Hari Kartini ini penting?

Setidaknya, Hari Kartini merupakan momentum untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita, terutama kalangan perempuan. Menyegarkan semangat untuk membangun Bangsa, terutama Banten tercinta. Tidak menyerah dengan keadaaan, berjuang untuk kesejahteraan. Saatnya wanita Banten, berperan lebih besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan kodratnya.

Peran untuk kemajuan dan kesejahteraan itu pula yang diambil anda dengan menjadi senator asal Banten?

Mungkin masyarakat Banten belum banyak mengenal saya karena memang sebelumnya berkecimpung di dunia usaha. Memang banyak cara dilakukan untuk memberi kontribusi positif untuk Banten. Dan saya, ingin mencoba jalur pencalonan anggota DPD mengikuti jejak kakak saya (Andika Hazrumy). Menjadi anggota DPD, menghilangkan sekat politik, dan leluasa bergerak menyuaran aspirasi masyarakat Banten. Saya ingin lebih aktif bukan hanya dalam kegiatan sosial, juga pemberdayaan kalangan perempuan di Banten agar lebih mandiri.

Tapi kan kewenangan DPD terbatas?

Bukan terbatas, tetapi memang dibatasi undang-undang. Namun itu bukan hambatan. Saat ini peran DPD terlihat, punya hak dalam menyusun perundang-undangan (hal legislasi) dan mendorong anggaran yang maksimal ke daerah. Bahkan pemekaran daerah pun, harus punya pertimbangan DPD. Saya kira bukan soal terbatasnya kewenangan, tetapi harus berupaya untuk bermanfaat bagi masyarakat Banten.

Melihat perolehan suara calon anggota DPD, diprediksi anda bisa melenggang ke Senayan?

Kita semua masih menunggu hasil resmi rekapitulasi suara di KPU. Namun, saya berterima kasih atas suara yang diberikan masyarakat Banten. Tentu itu amanah dan insya Allah saya laksanakan dengan baik. Saya memang masih belajar dan terus belajar tentang pengabdian kepada masyarakat. Ingatkan saya jika salah, dan mari bersama-sama berkontribusi untuk Banten tercinta. Terakhir saya ucapkan, selamat Hari Kartini untuk para perempuan di Banten.(adv)

BAGIKAN