Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo

CILEGON – Satreskrim Polres Cilegon hingga kemarin petang masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Novi Budipurwanti (24), Direktur Utama PT Ghazya Indonesia, sebuah perusahaan travel umroh. Pemeriksaan ini menyusul adanya laporan dari ratusan calon jamaah yang diduga merasa telah menjadi korban penipuan oleh perusahaan tersebut.

“Kita masih lakukan pemeriksaan, dan statusnya masih terlapor. Kalau ditetapkan sebagai tersangka, maka dia akan ditahan,” ungkap Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/1/2016) petang.

Untuk mendalami kasus itu, kata dia, pihaknya sudah mengerahkan personel untuk melakukan penggeledahan kantor PT Ghazya Indonesia di kawasan perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), Jumat sore. “Kita ingin ketahui, keabsahan dan legalitas badan usahanya,” sambungnya.

Bila terbukti bersalah, polisi akan menerapkan pasal 378 KUHP tentng Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman maksimal empat tahun kurungan penjara. “Saat ini kita sudah mengantongi bukti transfer dari calon jamaah dan semacam surat perjanjian (pemberangkatan) jamaah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Cilegon menjemput paksa Novi Budipurwanti pada Kamis (21/1/2016) tengah malam dari kediamannya di kawasan perumahan Palm Hills. Novi digelandang ke Mapolres Cilegon, bersamaan kedatangan ratusan calon jamaah umroh yang batal diberangkatkan sudah menunggu kedatangannya. Ratusan jamaah mengaku, terlapor sudah melakukan dugaan penipuan dengan menjanjikan keberangkatan pada 26 Desember tahun lalu, melalui paket umroh murah yang ditawarkan. Namun dengan berbagai alasan, janji keberangkatan ke Tanah Suci itu tak kunjung terwujud. (Devi Krisna)