CILEGON – Direktur Utama PT Krakatau Shipyard Askan Naim memastikan bahwa ledakan pada proses pengelasan dalam pembuatan kapal Kendhaga Nusantara 14 di lokasi perusahaan, area Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Jumat (11/8) merupakan musibah. Lima orang pekerja tewas dalam kecelakaan kerja itu.

“Kami punya standar safety yang sesuai prosedur. Mungkin terkait dengan safety semua proyek punya aturan mainnya. Semua teman-teman yang di lapangan juga paham. Namun karena Ini musibah jadi di luar kemampuan kami semua,” jelas Askan kepada wartawan, Sabtu (12/8).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Bay Mokhamad Hasani usai meninjau lokasi menjelaskan, investigasi penyebab kecelakaan kerja di PT Krakatau Shipyard masih dilakukan oleh pihak kepolisian. “Kejadian masih dalam rangka bekerja. Kita akan hentikan dulu pekerjaan itu selama satu minggu, karena masih ada beban psikis,” ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat secepatnya mengetahui penyebab kecelakaan tersebut baik dari pemeriksaan fisik dan keterangan saksi-saksi.

Pengerjaan kapal Kendhaga Nusantara 14 tersebut merupakan kerjasama operasi dari dua galangan kapal, PT Krakatau Shipyard di Puloampel, Kabupaten Serang dengan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Itu nanti pihak kepolisian yang menjelaskan,” katanya.

Ia menjelaskan, kapal Kendhaga Nusantara 14 merupakan pesanan Kemenhub. Saat ini pengerjaannya telah mencapai sekira 61 persen. Pembinaan teknis terkait galangan kapal tersebut masih berkaitan dengan pihak Kemenhub. “Rencana (pengerjaan) itu berakhir di bulan November 2017. Kapal ini pesanan dari Kementerian Perhubungan untuk angkutan laut perintis,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)

BAGIKAN