SERANG – Keberangkatan pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten untuk menghadiri Tong Tong Fair di Belanda mendapat kecaman dari pengguna media sosial (medsos). Kecaman ini muncul setelah beredar foto-foto pejabat Disbudpar di Belanda saat pentas rampak bedug dan foto-foto di Paris.

“Malam ini saya dapat foto-foto kalau Disbudpar Banten tidak mengajak penari dan hanya formalitas naik panggung, lantas kapan ada regenerasi serta apa fungsi sertifikasi yang digaungkan Disbudpar, jika para penari bukanlah orang yang ahlinya? kok malah para pejabat Disbudpar Banten yang tampil dan malah mampir ke Paris,” terang Arif Kirdiat, pelaku pariwisata di Banten melalui akun Facebook miliknya, Jumat (5/6/2015).

Moezlym Falasifa, TKI asal Banten di Korea Selatan juga menyayangkan keberangkatan pejabat Disbudpar Banten yang dinilainya tak membawa misi kebudayaan Banten tersebut. Ia menceritakan pengalamannya sulitnya mendapat dukungan pemerintah daerah untuk menampilkan kesenian Banten di Korea Selatan. “Setiap tahun kita hanya promosi makanan khas saja dan para TKI asal Banten harus patungan untuk mengundang penari Banten untuk pentas di Korea Selatan,” terang pengurus Paguyuban Baduy Banten di Korea Selatan ini.

Maya Rani Wulan, pendiri sanggar Tari Reksa Budaya juga menyayangkan para pejabat Disbudpar Banten yang tampil sebagai penari di event internasional tersebut. “Dianggapnya manggung di acara 17-an RT kali ya,” ujarnya. (Qizink)