Kecamatan Baros Terpilih Jadi Sentra Budi Daya Ikan

Rp 11 Miliar untuk Pembangunan Sentra Budi Daya Ikan

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berdiskusi dengan beberapa kepala OPD di Kabupaten Serang terkait rencana pembangunan sentra budi daya ikan di aula pendopo bupati Serang, Senin (13/11). FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) akan membangun sentra budi daya ikan air tawar di Desa Tamansari, Kecamatan Baros. Untuk pengembangannya, Pemkab akan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan sentra budi daya ikan air tawar. Saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap pengadaan lahan. Seluas 1,1 hektare lahan yang akan dibebaskan untuk pengembangan sentra budi daya ikan tersebut. “Kemungkinan pembangunan fisiknya di 2019. Sentra budi daya ikan ini dipusatkan di Desa Tamansari, Baros,” ungkap Tatu usai melakukan pertemuan dengan pihak UGM di Pendopo Bupati Serang, Senin (13/11).

Untuk membangun sentra budi daya ikan itu, kata Tatu, ditafsir membutuhkan anggaran hingga Rp 11 miliar termasuk pembangunan sarana prasarananya. “Tapi, tidak semuanya dibebankan pada DKPP untuk membangun sentra budi daya ikan ini. Nanti dibantu dinas lainnya. Seperti akses jalan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), PJU (penerangan jalan umum) dari Dishub (Dinas Perhubungan),” terangnya.

Pada pembangunan sentra budi daya ikan itu, kata Tatu, pihaknya akan fokus pada pengembangan budi daya ikan air tawar dan payau. Sementara untuk budi daya ikan air laut dan tambak sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. “Ini akan menjadi percontohan. Kalau bagus, akan dijadikan contoh untuk kecamatan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Budi Mulyono menambahkan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap kondisi air untuk kelayakan pengembangan budi daya ikan itu. Selain itu, dikaji juga soal tata ruang dan penggunaan lahannya. “Mulai dari air sungai, danau, dan sumber air lainnya kita kaji,” terangnya.

Hasil kajian itu, kata Budi, dilakukan di empat kecamatan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya ikan air tawar. Yakni, Kecamatan Baros, Pabuaran, Ciomas, dan Padarincang. “Kemudian, dinilai juga yang lahannya paling bagus dan kesiapan masyarakatnya. Yang memenuhi kriteria itu di Kecamatan Baros,” tegasnya.

Dijelaskan Budi, pengembangan sentra budi daya ikan untuk mencukupi kebutuhan ikan di Kabupaten Serang. Apalagi, saat ini tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Serang masih terhitung rendah. “Hanya 23 kilogram per kapita perorangnya. Ini menjadi potensi kita untuk meningkatkan lagi,” jelasnya.

Untuk jenis ikan yang akan diproduksi, tambah Budi, akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masyarakat. “Kita lihat pasarnya seperti apa, disesuaikan juga dengan minat masyarakat yang akan memproduksinya,” pungkasnya. (Rozak/RBG)