CILEGON – Setelah melakukan aksi unjuk setengah jam lebih oleh Ormas Islam dan NU, yang sempat memaksa masuk dengan cara mendobrak pagar Pemkot Cilegon, baru Asda II Tatang Muftadi menemui para Ormas, namun ormas menolaknya, karena Asda tidak bisa memberikan keputuusan untuk menutup tempat hiburan yang berada di Kota Cilegon yang sangat meresahkan,”kita tidak mau ditemui Asda II karena tidak bisa memberikan kebijakan untuk menutup tempat hiburan, yang kami minta Walikota turun di tengah kami sambil membawa SK penutupan tempat hiburan,” ujar salah seorang ustad dalam orasinya.

Asda II Tatang Muftadi ditengah ormas mengatakan, dirinya datang kesini untuk menyampaikan pesan dari walikota akan mengajak mediasi untuk para ulama,”saya hanya menyampaikan pesan Pak Wali akan menerima ulama di dalam kantor pak wali, akan tetapi kita sudah sepakat untuk menutup tempat hiburan,” ujarnya.

Namus Ustad Unang dalam orasinya mengatakan pihak ormas tidak menerima perwakilan lain selain walikota Cilegon Iman Ariadi yang menemui kita,”kami tidak terima perwakilan yang kami terima Iman turun untuk menerima kami, sambil membbawa SK penutupan,” ujarnya.

Sementara itu aksi unjuk rasa masih berlangsung, pantauan radarbanten.com aksi sudah mulai memanas karena walikota cilegon tidak kunjung menemui ormas yang melakukan aksi unjuk rasa untuk menutup tempat hiburan. (Sefrinal)