CILEGON – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon membantah tudingan Antodjaja alias Apeng yang merasa dipermainkan dalam penanganan kasus oleh Kejari Cilegon.

“Tidak ada yang dipermainkan. Saya sudah bertindak sesuai aturan dan penyidik juga sudah menjalankan sesuai prosedur. Jadi tidak ada permainan. Itu kasus saling lapor antara anak buah dan pimpinan,” jelas Kepala Kejari Cilegon Ujang Suprianto kepada wartawan di Cilegon, Rabu (23/4).

Terkait tudingan yang di sangkakan Antodjaja alias Apeng kepada Kejari Cilegon, lanjutnya, pihak Kejari lebih dahulu menahan Juli alias Aseng, bahkan lebih lama dari Antodjaja alias Apeng penahananya. “Kalau masalah penahanan saya tidak tahu persis yang pasti Juli alias Aseng lebih lama kita tahan, sekarang saja masih tahanan kota,” ungkapnya.

Dijelaskanya, Kejari Cilegon dalam penanganan kasus tidak ada membedakan saat melakukan penyelidikan, termasuk kasus Apeng dan Aseng.”Yang pasti kita tidak ada membedakan, seperti yang disangkakan. saya juga tidak tahu persis kasusnya coba tanyakan ke penyidik Kejari ya biar lebih jelas kasusnya. Setahu saya yang ditahan Juli alias Aseng, sedangkan Apeng tidak ditahan, dan kita menagani kasus ini sudah seimbang kedua-duanya sudah ditahan,” ungkapnya.

Ujang menambahkan, berkas kasus Apeng dan Aseng Kamis besok akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Serang. “Dan kemungkinan akan di sidang seminggu kemudian, karena saya sudah tekankan ke pada penyidik agar jangan berlama-lama menangani kasus tersebut,” tambahnya.

Seperti berita sebelumnya kasus yang menimpa Antodjaja alias Apeng pada 2013 yang dilaporkan atas penyergapan keluarga Juli alias Aseng, hingga saat ini masih berlanjut. Bhkan Apeng merasa tidak mendapatkan keadilan di Kejari Cilegon, pasalnya dirinya ditahan di Rutan Serang selama tujuh hari, sedangkan Juli alias Aseng yang sudah melakukan penggelapan uang perusahaan senilai Rp80 juta tidak ditahan.

Demikian dikatakan Antodjaja alias Apeng kepada awak media saat memberikan keterangan persnya, Rabu (23/4/2014). Dijelaskan, kronologis perkaranya berawal pada 7 Juli 2013 dirinya dilaporkan ke Polsek Merak dengan tuduhan Pasal 352 jo Pasal 335 KUHP oleh Juli alias Aseng. Pada 18 Desember 2013 perkara itu dilimpahkan ke Kejari Cilegon tanpa ada pemberitahuan kepada dirinya maupun pengacara.

Pada 18 Desember 2013 sore harinya, lanjut Apeng, dirinya langsung ditahan di Kejari Cilegon dan dirinya sudah meminta penangguhan akan tetapi tidak ditanggapi. “Jadi hari itu juga saya ditahan. Saya ditahan selama tujuh hari, bahkan pengacara saya meminta penangguhan namun tidak ditanggapi. Maka di mana letak keadilan bagi diri saya,” ungkapnya.

Pada tanggal 24 Desember 2014, masih kata Apeng, majelis hakim Pengadilan Serang menetapkan dirinya menjadi tahanan kota, dan hingga saat ini perkara dirinya masih dalam sidang di PN Serang. “Saya menduga dalam kasus ini ada permainan,” katanya.

Dijelaskan, pada tanggal 24 Juli 2013, pihaknya kembali melaporkan balik Juli ke Polres Cilegon dengan tuduhan Pasal 374 jo 272 dan pada tanggal 22 April 2014, perkara Juli dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cilegon oleh Polres Cilegon. “Jadi kemarin saya mendapatkan informasi bahwa Juli tidak ditahan dan hanya dilakukan tahanan kota. Ini sangat aneh ada sesuatu harus diungkap dibalik semua ini,” paparnya. (Sefrinal)***