SERANG – Penyidik Kejari Serang menemukan indikasi mark up atau kemahalan harga terhadap pengadaan alat kesehatan pada Rumah Sakit (RS) Dradjat Prawiranegara Serang tahun anggaran 2014 lalu. Proyek pengadaan alkes yang sumbernya dari APBD Kabupaten Serang itu menelan biaya senilai Rp 2,43 miliar

Penyidik mensinyalir adanya kemahalan harga dari pembayaran RS RSUD Dradjat Prawiranegara terhadap perusahaan pemenang lelang yakni PT Maju Mapan Medika Jaya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Serang Sandi R Nursubhan, kepada wartawan mengaku telah menjadwalkan pemanggilan Direktur Umum RSUD Dradjat Prawiranegara yakni Agus Gusmara. “Kita tengah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi yang mengetahui dan melaksanakan proses-proses pelelangan. Salah satunya Dirut RS RSUD Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, (Agus Gusmara-red),” ujar Kasi Pidsus Kejari Serang Sandi Nur Subhan, kepada radarbanten.com, Minggu (10/5/2015).

Dikatakan Sandi, hingga kini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan sejumlah data atas pengadaan alkes tersebut. Dugaan sementara menurut Sandi ialah telah terjadinya mark up atas pengadaan yang lelangnya diikuti 18 perusahaan penyedia jasa alat kesehatan tersebut.

“Yah, dugaan awal kita telah terjadi mark up, saat ini masih terus kita dalami, saat ini tim penyidik segera memanggil dirut rumah sakit untuk dimintai keteranganya” katanya. (Wahyudin)