SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terus mendalami dugaan kasus dugaan penyelewengan penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di RS Adjidarmo anggaran tahun 2008-2011 senilai Rp25 miliar. Pihak Kejati telah memeriksa tiga pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yakni M Oman Wiyanda (Mantan Wadir RS Adjidarmo), Winarsih (Pegawai RS Adjidarmo) dan Munandar.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten M Suhardy, tiga pejabat diduga mengetahui kasus tersebut. “Iya ini ada pemeriksaan kasus itu. Kita masih mengumpulkan data-data. Jika memang sudah lengkap akan menetapkan tersangkanya. Tapi sampai saat ini belum ada tersangka,” katanya, Kamis (26/3/2015).

Untuk penetapan tersangka, Kejati masih mencari apakah ada kebocoran annggaran atau penyelewengan, setelah mengumpulkan alat bukti akan ditetapkan tersangka. “Kita masih mencari data untuk menentukan itu (tersangka), sejauh mana keterlibatan mereka (para saksi). Jika ada indikasi adanya kebocoran anggaran, akan mengarah pada penetapan tersangka,” jelasnya.

Sementara itu salah satu saksi M Oman mengatakan dirinya tidak mengetahui kasus yang saat ini sedang ditangani Kejati Banten. “Saya engga tahu, bagaimana mau menjawabnya,” jelasnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, dugaan korupsi Jamkesmas dan Jamkesda di RS Adjidarmo tahun anggaran 2008-2011 miliar sebelumnya ditangai oleh Kejaksaan Negeri Lebak, namun karna kasusnya tidak kunjung selesai, akhirnya Kejati mengambil alih kasus tersebut.
(Wahyudin)

BAGIKAN