Para anggota Kelompok Asuhan Mandiri (KAM) Jamblang dan Kepala Puskesmas Kelapadua dr Radianti Bulan Merliana (tiga dari kiri) berpose di Lapangan RT 05, RW 06, Kelapadua, Kabupaten Tangerang.

Kelompok Asuhan Mandiri (KAM) Jamblang dari RT 05, RW 06, Kelapadua, Kabupaten Tangerang menorehkan prestasi membanggakan. Mereka meraih juara pertama tingkat nasional dengan pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur dalam kategori KAM kawasan perkotaan.  

Berawal dari iseng menyalurkan hobi bercocok tanam yang dilakukan warga, namun akhirnya membuat bangga Kabupaten Tangerang. Kegiatan bercocok tanam dimulai sejak tahun 1995. KAM Jamblang menanami lahan sebagai taman apotek hidup. Tanaman yang dikembangkan itu banyak dimanfaatkan warga untuk pembuatan jamu beras kencur, wedang sinom, es mentimun, puding naga, wedang sereh, dan minyak sereh.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan Bupati Ahmed Zaki Iskandar kepada Camat Kelapadua Dadan Gandana, Rabu (29/11) lalu. Camat Dadan dinilai berhasil sebagai penggerak peran serta masyarakat bidang kesehatan dalam lomba tanaman Toga dan Akupresur Kategori Kawasan Perkotaan.

Dadan Gandana bersyukur dan berterima kasih atas kerja sama dan kekompakan warga RT 05, RW 06 yang mampu mengembangkan budi daya tanaman obat secara sukarela dan antusias. ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas usaha warga dengan antusias bisa menorehkan prestasi hingga nasional,” jelasnya.

Ada sekitar 168 jenis tanaman obat-obatan yang telah dibudidayakan oleh KAM Jamblang. Penanamannya juga dilakukan secara gotong royong yang dilakukan secara swadaya. Salah satu anggota KAM, Sulistiani mengatakan keberhasilan KAM ini, tak terlepas dari para warga yang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

”Waktu itu, saya memang gemar menanam tanaman apa saja, termasuk obat-obatan. Seperti sayur jenis kangkung dan sawi. Bahkan sampai dijual hasil panennya,” terangnya.

”Sedangkan tanaman obat-obatan dikonsumsi seperlunya untuk warga yang membutuhkan saat sakit,” katanya.

Sampai akhirnya, tahun 2014. lanjut Sulistiani mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggulirkan namanya program kawasan hijau berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ketua KAM Jamblang, Saodah menambahkan kegiatan budi daya tanaman obat dilakukan warga karena keinginan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. ”Pikiran kami mulai terbuka saat adanya penyuluhan yang dilakukan Puskesmas Kelapadua. Bagaimana pemanfaatan pekarangan rumah dengan menanam tanaman obat dan cara pengolahannya,” sebutnya.

Tanaman yang ada di sini, memang hasil dari warga RT 05 yang gemar membudidayakan tanaman obat. Bahkan, mereka saling tukar menukar jenis tanaman.

”Jadi, satu warga yang membeli tanaman kemudian dibudidayakan, berhasil. Bibitnya dibagikan ke tetangga untuk ditanami, begitu seterusnya,” tuturnya.

Sampai akhirnya, KAM Jamblang bisa menorehkan prestasi mulai dari level Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten hingga Kementerian Kesehatan. Sambung Saodah, ini berkat kerja sama antara Puskesmas Kelapadua, Kelurahan dan Kecamatan. ”Hasil tanaman ini, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Selain bisa mengobati keluarga yang sakit. Membuat lingkungan menjadi asri dan sejuk,” jelasnya.

Hal senada Kepala Puskesmas Kelapadua dr Radianti Bulan Merliana menyatakan prestasi tersebut merupakan kerja keras warga. Pihaknya hanya mendorong dan membina. (Wahyu Syaifullah/RBG)

 

BAGIKAN