SERANG – Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disdagperinkop) Kota Serang Akhmad Benbela menilai, kenaikan harga bawang merah berkisar Rp28.000 per kilogram di pasar karena pasokannya berkurang.

“Ini sudah menjadi hukum ekonomi, di mana saat pasokan barang menipis dan permintaan meningkat, maka harganya akan dinaikkan,” ungkap Benbela kepada wartawan via telpon seluler, Kamis (19/3/2015).

Kata Benbela, pihak yang menyebabkan kelangkaan bisa saja berasal dari petani, tengkulak, atau bahkan pedagang. “Kenaikan ini bila dibandingkan dengan harga bawang di akhir tahun 2014, sebetulnya belum terlalu tinggi. Karena ketika itu hampir mencapai Rp100ribu, saat ini masih relatif wajarlah,” kata Benbela.

Benbela mengungkapkan, dari tiga pasar yang dilakukan survei oleh pihaknya, harga bawang di Pasar Induk Rau dan Pasar Kepandean harga rata-rata berkisar Rp28.000. Sedangkan harga yang paling tinggi diperjualbeilkan terjadi di pasar lama yang mencapai Rp31.000. “Jadi kalau dirata-rata harganya masih berkisar Rp29.000 dengan kenaikan Rp4.300-an, dengan harga sebelumnya Rp24.667. Jika harganya mencapai Rp34.000 per kilogram diakibatkan adanya permainan harga dari pedagang,” jelasnya.

Benbela menjelaskan, Disdagperinkop tidak bisa menakan kenaikan harga bawang merah karena selama ini hanya melakukan pemantauan harga di pasaran. Namun sewaktu-waktu pihaknya dapatm elakukan bazaar murah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Fauzan Dardiri)

BAGIKAN