CILEGON – Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) menuding PT Krakatu Steel (Persero) telah melakukan konspirasi dengan pihak pihak tertentu dalam proses pelelangan 100 ribu ton limbah besi baja (slag steel) Januari lalu.

Ketua PPMC Moelyadi Sanoesi dalam konferensi persnya di salah satu rumah di Cilegon Kamis (6/3/2014) mengungkapkan, limbah yang seharusnya menjadi bagian keiatan corporate social responsibility (CSR) perusahaan BUMN itu, justru dikelola oleh pengusaha yang berasal dari luar Provinsi Banten. “Kami menduga ada konspirasi busuk dalam pelelangan (slag steel-red) yang dilakukan oleh Divisi Pemasaran dan Divisi Logistik dengan mafia slag steel. Pemenang-pemenang lelang itu diatur sedemikian rupa,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan aksi pada Senin (10/3/2014) mendatang di Kantor ADB PT KS dengan melibatkan sekira 500 orang untuk mempertanyakan kronologi proses pelelangan slag steel. “Kami akan meminta klarifikasi kepada Direktur Pemasaran KS dan Direktur Logistik untuk menjelaskan proses pelelangan slag steel sesungguhnya,” sambungnya.

Manager Corporate Communication PT KS Wisnu Kuncara yang dikonfirmasi mengaku baru mengetahui adanya rencana itu. “Saya akan coba koordinasi secara internal dengan logistik dan pemasaran. Tapi, menurut pemahaman saya, semua proses penjualan dan pengadaan kami sudah melalui proses sistem dan prosedur karena kita juga diaudit oleh akuntan publik,” ungkapnya. (Devi Krisna)