Ketua Umum KONI Banten: Jangan Jadikan Porprov Ajang Berburu Medali

0
713
Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo (di podium) memberi arahan kepada cabor peserta Porprov V Banten 2018 di aula KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (19/4) sore.

SERANG – Pesta akbar olahraga Banten, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu tolok ukur kesiapan Banten menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. Untuk itu, pelaksanaan Porprov V Banten 2018 tidak hanya untuk mengejar gengsi kabupaten kota, tapi harus lebih pada prestasi Banten di kancah nasional.

Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, Porprov V Banten 2018 harus mampu melahirkan atlet-atlet potensial di setiap cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan sebagai persiapan menghadapi PON XX Papua 2020.

“Jangan jadikan Porprov V sebagai ajang berburu medali. Akhiri kebiasaan buruk tersebut demi kemajuan prestasi olahraga Banten. Saya takut kalau semua daerah hanya mengincar gelar juara umum porprov, nanti semua cara dihalalkan. Nanti yang lahir di porprov bukan atlet terbaik, tapi atlet titipan. Bisa hancur prestasi Banten di PON XX nanti,” kata Rumiah ketika memberi arahan di hadapan perwakilan 39 cabor peserta Porprov V Banten 2018 di aula KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (19/4).

Kapolda Banten ini menambahkan, Porprov V Banten 2018 harus dijadikan sebagai momentum persiapan menghadapi PON XX Papua 2020. “Kita lahirkan patriot-patriot juara olahraga Banten yang nantinya akan mengharumkan Banten di PON Papua. PON XIX Jawa Barat 2016, atlet kita sudah berbuat dan menciptakan prestasi yang luar biasa. Dari PON sebelumnya ada di peringkat ke-21, sekarang Banten ada di peringkat ke-13. Tidak mudah untuk merangsek delapan peringkat dari PON sebelumnya dan sejauh ini belum ada kontingen dari provinsi mana pun yang mampu naik delapan peringkat. Tapi, atlet Banten bisa dan mampu. Makanya, di PON XX, Banten kudu harus lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sekretrais Umum KONI Banten Sutaryono menyatakan, pihaknya hanya bisa memberi masukan kepada tuan rumah untuk menjadikan cabor yang dipertandingkan pada PON XX Papua 2020 sebagai cabor prioritas yang ditandingkan pada Porprov V Banten 2018.

“Kami memiliki program unggulan sebagai langkah awal meningkatkan prestasi Banten di PON Papua, yakni program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) jangka panjang. Atlet yang masuk di program tersebut adalah atlet peraih medali pada PON lalu dan atlet berprestasi di event internasional. Tidak hanya itu, program tersebut diutamakan untuk atlet yang cabor-nya dipertandingkan di PON nanti. Jadi, meskipun pada PON lalu meraih medali emas jika pada PON XX Papua 2020 cabor-nya tidak dipertandingkan, ya tidak masuk program pelatda jangka panjang,” ucapnya. (Andre Adisas Putra/Radar Banten)