Petugas saat tera ulang di salah satu SPBU.

SERANG – Khawatir ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengurangi takaran, tim gabungan dari Polres Serang dan petugas Balai Pengelola Laboratorium dari Dinas Perindustrian Perdagangan (Disprindag) Provinsi Banten melakukan uji tera mesin dispenser empat SPBU di wilayah hukum Polres Serang.

“Tadi kami melakukan uji tera menggunakan alat bejana ukur di empat wilayah, yakni Cikande, Ciujung, Terminal Pakupatan, dan Ciceri, semuanya normal tidak ada permasalahan yang signifikan. Kemudian kita juga cek segel di dalam mesin semuanya utuh” kata Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino di Polres Serang, Selasa (14/6) sore.

Pada tera ulang kali ini, lanjut dia, ada beberapa SPBU yang tingkat kekuranganya masih dalam wajar dan masih batas toleransi, namun ada SPBU yang takaranya melebihi sebanyak 80 ml.

“Kami menemukan ada SPBU yang kurang takarannya, namun ada juga yang lebih, kami setel ulang takaran di mesinnya. Jadi petugas Balai Pengelola Laboratorium langsung menyetel ulang mesin dispenser dan melakukan segel di mesinnya,” katanya.

Polisi dan tim Balai Pengelola Laboratorium akan terus menyelidiki seluruh SPBU dan dari laporan masyarakat. Jika SPBU yang terbukti melanggar, para pemilik SPBU akan dikenakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a,b,c Pasal 9 ayat (1) huruf d dan Pasal 10 huruf a UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 30 dan Pasal 31 UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun atau denda Rp2 Miliar.

Kepala Seksi Pengawasan Tera Disperindag Agus Subroto mengatakan, pemeriksaan atau tera ulang perlu dilakukan untuk menentukan akurasi ukuran. Petugas melakukan pengecekan mesin pompa agar tidak ada perbedaan antara jumlah BBM yang dijual dengan angka di monitor.

“Langkah ini untuk mencegah pemudik agar tidak dirugikan saat mengisi BBM. Ini sebagai upaya melindungi konsumen,” kata Agus. (Ade F)