KABAR 49 jemaah umrah dari Indonesia yang menjadi sandera di Jeddah, sudah sampai ke pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

“Pihak KJRI sudah mengetahui dan sedang berusaha membantu menangani,” sebut Anzar Rasyid, seperti dilansir RMOL.co, Rabu (20/5).

Anzar adalah satu dari 49 jemaah umrah yang belum bisa kembali ke Tanah Air lantaran ditahan oleh pihak hotel tempat mereka menginap. Pihak hotel menyatakan masih ada kekurangan pembayaran dari pihak biro perjalanan atau travel.

Para jemaah, diketahui diberangkatkan melalui biro umrah dan travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI).

Anzar yang merupakan produser di MNC Bisnis termasuk dalam rombongan 15 jemaah berangkat dari Indonesia tanggal 5 Mei dan seharusnya pulang tanggal 14 Mei lalu.

Namun hingga malam tadi, dia masih belum mendapat kepastian tiket pulang.

Para jemaah sudah berinisiatif untuk membeli tiket pulang atas biaya sendiri meskipun biaya tiket sudah termasuk dalam paket umrah yang telah dilunasi jemaah. Namun jemaah tidak bisa membeli tiket karena paspor “disandera” oleh pihak hotel.

Meski sudah diketahui pihak KJRI, namun para jemaah belum tahu kapan bisa kembali ke Tanah Air. “Belum ada kepastian kapan jamaah bisa kembali,” pungkas Anzar. (dem/rmo/jpnn)