TANGERANG – Komisi I DPRD Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi gudang penyimpanan tabung gas di Gang Ambon, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Selasa (14/11).

Sidak dipimpin Ketua Komisi I DPRD Agus Setiawan dan tiga anggota DPRD lainnya, yakni Baihaki, Minarto dan Ella Silvia. Rombongan didampingi Lurah Nerogtog Hidayat beserta puluhan anggota Satpol PP Kecamatan Pinang tiba di lokasi sekira pukul 14.30 WIB.

Namun, para legislator tidak menemukan aktivitas pengoplosan gas seperti dugaan sebelumnya. Bahkan, tak satu pun tabung gas ditemukan di lokasi.

Hanya ditemukan sejumlah benda yang menguatkan jika lokasi berupa lahan kosong yang dikelilingi pagar beton itu digunakan untuk penimbunan tabung gas.

Benda-benda yang ditemukan di antaranya karet regulator, plastik segel pembungkus kepala tabung gas dan selang infus gas. Bahkan, di plastik segel tersebut tertera delapan nama perusahaaan yang ditengarai sebagai distributor gas elpiji berukuran tiga kilogram.

Namun, para anggota komisi yang membidangi perizinan ini menemukan bahwa gudang tabung gas tersebut belum mengantongi izin.

Dalam sidak ini, sempat terjadi adu mulut saat anggota Komisi I Minarto meminta salah satu penanggung jawab lokasi penimbunan bernama Frengky untuk dimintai keterangan seputar aktivitas di lokasi tersebut.

Interogasi anggota DPRD Kota Tangerang itu sempat ricuh setelah Frengky menuduh Minarto mencekik lehernya saat akan dipertemukan dengan Ketua Komisi I Agus Setiawan. ”Jangan cekik saya dong, Pak. Jangan pakai cara seperti ini,” tegas Frengky.

Tak ayal Minarto pun berang dengan tudingan pria yang mengaku asal Lampung tersebut. ”Siapa yang nyekik kamu. Saya baik-baik ngajak kamu nemuin ketua komisi,” sergah Minarto dengan nada tinggi.

Namun ketegangan keduanya tidak berlangsung lama dan sekejap mereda. Di hadapan rombongan Komisi I, Frengky mengakui jika sebelumnya lokasi tersebut dijadikan tempat penimbunan tabung gas sementara.

Namun sejak dua pekan lalu, aktivitas tersebut dihentikan lantaran pihaknya belum mengantongi dokumen perizinan. ”Sudah dua minggu ini enggak operasi lagi, Pak. Karena kami sedang mengurus izinnya dulu,” aku Frengky.

Ia pun menjamin bahwa perusahaannya sudah memiliki legalitas sebagai distributor resmi dan telah menyewa lahan tersebut untuk usaha.

Sementara Agus Setiawan merekomendasikan Satpol PP Kota Tangerang dan aparat kelurahan untuk menutup lokasi tersebut sebelum mengantongi dokumen perizinan. Bahkan legislator PDIP ini meminta pihak penanggung jawab untuk menyerahkan bukti kelengkapan dokumen perusahaan ke kantor DPRD dalam waktu dekat ini.

”Sikap kami tegas. Tidak boleh lagi ada aktivitas di lokasi ini sebelum legalitasnya jelas. Saya juga minta mereka menyerahkan dokumen perusahaannya secara resmi ke dewan,” tukasnya. (mg-05/dai/sub)

BAGIKAN