Pelaku saat digelandang ke Polsek Serang menggunakan mobil polisi.

SERANG – Pukul 12 siang ratusan orang berhamburan keluar dari area wisuda kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ciceri, Kota Serang, Sabtu (20/5).  Anah bersama anaknya, Muhyi Umam, beserta sejumlah anggota keluarga, termasuk bagian dari ratusan undangan wisuda.

Namun saat hendak keluar,  Anah dipepet oleh empat orang wanita.  Satu di belakang,  dua berada kiri kanan,  satu lainnya tepat berada di depan Anah.

Anah tidak menyangka jika keempat wanita tersebut sedang melakukan aksi kejahatan hingga pada akhirnya Anah menyadari gelang emas seberat 50 gram yang dikenakannya sudah hilang di pergelangan tangan kirinya.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh,  Muhyi Umam dan ayahnya rupanya memperhatikan gerak gerik keempat wanita tersebut.  Sesaat setelah mengetahui sang ibu kehilangan perhiasan Muhyi dengan sigap mengikuti keempat wanita hingga depan kampus.

Dengan meminta pertolongan petugas keamanan kampus,  Muhyi menghentikan keempat wanita tersebut saat hendak menaiki sebuah angkutan.  Belum sempat diinterogasi,  salah satu dari keempat wanita tersebut membuang handphone ke selokan yang berada tepat di depan kampus.

Melihat gerak gerik mencurigakan,  petugas keamanan dan Muhyi membawa keempatnya ke pos keamanan Pemkot Serang yang berada di depan kampus.  Tak lupa Muhyi mengajak salah satu polisi yang sedang bertugas mengatur lalulintas.

“Dia ngedorongnya begini,  saling berhadapan dengan ibu saya, yang lainnya ada di belakang sama samping ibu saya,  kayanya mereka nuturin (mengikuti)  ibu saya,” ujar Muhyi kepada awak media, Sabtu (20/5).

Menurut Muhyi,  rupanya pelaku bukan empat orang,  tapi lima. Salah satunya berhasil kabur dengan membawa barang jambretan berupa gelang emas seberat 50 gram milik ibunya tersebut.

Sementara itu,  petugas keamanan kampus UIN SMH Banten Andri Suhandri menjelaskan,  hingga penggeledahan sementara, emas milik korban belum ditemukan,  namun satu unit ponsel yang diduga barang curian berhasil diamankan.

“Saya tanya ini HP siapa gak ada yang ngaku,” katanya.

Dari kartu identitas yang dimiliki keempat pelaku,  seluruhnya berasal dari luar Banten. KI, kelahiran Malang 7 September 1965 alamat Bululawang,  SI,  kelahiran Jakarta 18 Juli 1973 alamat Bekasi Timur.  Kemudian,  SM kelahiran Surabaya 30 Juni 1956 alamat Bekasi Selatan,  dan terakhir SS kelahiran Yogyakarta 26 Juli 1958 alamat Jakarta Timur.

Kejadian tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat.  Masyarakat silih baerganti mengerumuni pos keamanan untuk melihat keempat pelaku.  Sedangkan pelaku duduk tertunduk hingga akhirnya dijemput petugas untuk dibawa ke Polsek Serang.

Hingga berita ini diturunkan,  polisi belum berhasil dimintai keterangan,  polisi yang datang langsung membawa keempat pelaku untuk proses pemeriksaan.  (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)