SERANG – Kepala Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Sadrai (50) dicokok Sat Narkoba Polres Serang. Kades gaek ini dicokok petugas Polres Serang ketika akan menggunakan sabu di rumah kontrakannya di kawasan Puri Serang Hijau, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (27/5/2015) petang.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah alat hisap sabu, tiga telpon seluler dan sabu sebanyak setengah bungkus kecil yang akan digunakannya. Sadrai alias Alex disergap bersama Maman alias Mencong (28) warga kampung Cibogo, Desa Situterate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

“Oknum kades ini ditangkap saat akan pesta sabu di rumah kontrakannya pada Rabu (28/5/2015) petang. Barang bukti dari kedua tersangka ini 1 paket sabu, alat hisap (bong), korek api serta 3 handphone,” ungkap Kepala Satuan Narkoba Polres Serang AKP Bambang Supeno, di Mapolres Serang, Jumat (29/5/2015).

Dikatakan Bambang, dari pengakuan kedua tersangka ini, satu paket sabu dibeli dari tersangka Oyong seharga Rp1 juta. Berbekal dari informasi tim anti narkotik yang dipimpin Ipda Endi langsung bergerak dan berhasil menangkap Oyong di rumahnya pada Kamis (29/5/2015) sekitar pukul 02.00 WIB. “Dari tangan tersangka Oyong, kita amankan 2 paket sabu, bong dan hp,” terang Kasat.

Dari pengembangan tersangka Oyong, lanjut Kasat, barang haram itu disuplai dari tersangka Mencong. Berbekal dari informasi itu, petugas langsung bergerak dan berhasil meringkus Mencong di rumahnya. Dari rumah tersangka Mencong petugas mengamankan barang bukti sabu sebanyak 3 paket serta hp. “Dari pengakuan Mencong, sabu-sabu yang dimilikinya ini didapat dari seorang bandar di wilayah Ciomas, Kabupaten Serang,” lanjutnya.

Sementara Sadrai mengatakan dirinya memang kerap menggunakan sabu. Pria yang baru setahun menjabat Kades Sukatani ini menggunakan sabu saat ada waktu senggang. Ia mengaku terpaksa menggunakan sabu karena dipercaya dapat membangkitkan stamina. “Buat menambah stamina aja. Kalau udah make saya merasakan seger,” aku Alex yang mengaku menyesal karena harus berurusan dengan polisi.

Akibat aksinya, semua tersangka atas kepemilikan sabu-sabu yang dimusnahkan itu, mereka dijerat dengan pasal 112 jo 114 ayat 1 dan 2 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal hukuman 4 tahun maksimal hukuman mati. (Wahyudin)