Penyerahan santunan

CILEGON – Setelah meninjau lokasi kecelakaan kerja pembuatan kapal di PT Krakatau Shipyard, Sabtu(12/8), rombongan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama Tim Forensik Polda Banten dan Satreskrim Polres Cilegon akhirnya keluar dari dalam area perusahaan.

Kemedian pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menuju rumah keluarga Yadi, seorang dari 5 pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja di PT Krakatau Shipyard pada Jumat, 11 Agustus 2017.

Pihak Kemenhub mengaku kedatangannya ke rumah duka untuk memberikan hak-hak pekerja atau dana santunan meninggalnya korban akibat kecelakaan kerja tersebut.

“Kami dari pihak Kementerian Perhubungan datang ke sini untuk melihat lokasi kejadian sekaligus menjenguk para korban yang sakit serta menyaksikan pemberian uang santunan dari pihak managemen,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut pada Kementerian Perhubungan Bay Mokhamad Hasani.

Ia mengungkapkan, uang santunan yang diberikan kepada pihak keluarga korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta. Itu di luar biaya lain yang dikeluarkan, termasuk biaya proses pemakaman. Ia menjamin dana santunan itu sesuai dengan peraturan tenaga kerja yang berlaku saat ini. “Biaya korban yang sakit juga masih tanggungan manajemen,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Shipyard Askan Naim mengungkapkan, santunan Rp50 juta yang diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia tersebut diberikan oleh manajemen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari dan PT Krakatau Shipyard. Dua perusahaan itu kerja sama operasional (KSO) dalam pembuatan kapal.

“Jadi setiap korban yang meninggal dapat santunan Rp50 juta. Bagi yang masih dirawat masih menjadi tanggung jawab KSO sampai pulih,” tuturnya.
(Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)

BAGIKAN