SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang adakan ekspose hasil rapat kerja penyusunan dan penataan daerah pemilihan anggota DPRD Kabupaten Serang pada pemilu 2019.

Ketua KPU Kabupaten Serang Muhamad Nasehudin mengatakan rapat ini mendiskusikan mengenai penyusunan dan penatapan daerah pemilihan bersama dengan sejumlah partai politik seperti Partai Gerindra, PPP, Golkar, Idaman dan lainnya.

“Kaitannya dengan apakah perlu adanya semacam diskusi penetapan dapil. Atau apakah penyusunan dapil ulang. Dapil yang ada sekarang lima dapil, berdasarkan pemilu 2014,” kata dia di Hotel Ledian, Kota Serang, Rabu (6/12).

Dikatakan, terkait parpol yang mempunyai kepentingan calon peserta pemilu 2019. Misalkan, ada kemungkinan potensi perubahan nanti, KPU Kabupaten Serang akan susun hasil kajiannya.

“Kami juga minta masukan dari Pemda, kemarin Disdukcapil karena acuannya untuk menentukan tiap kursi, jumlah penduduk dibagi kursi. Oleh karenanya nanti kami tampilkan hasil diskusi masukan diparpol, Pemda dan stakeholder lainnya,” tuturnya.

Nanti, 17 Desember akan ada DAK II Semester dua 2017 terkait pembaruan jumlah penduduk dan alokasi kursi daerah. Untuk itu, pihaknya akan menghitung data penduduk yang apdet dan menjadi tujuan alokasi daerah pemilihan.

Berdasarkan Undang-undang, kursi di Kabupaten Serang  1 juta sampai 3 juta penduduk alokasi kursi mendapat 50. “Cuman 50 kursi itu disebar kemana. Itu berdasarkan jumlah penduduk,” katanya.

“Minimal per dapil 3 maksimal 15 kursi. Kalau misalkan jumlah penduduknya 1.400.500 dibagi 28.700 itu adalah jumlah alokasi satu kursi tiap kecamatan,” ujarnya lagi.

Misalnya, Kecamatan Kramatwatu berjumlah 92.000 penduduk dibagi 28.700 penduduk menjadi 3 kursi. Sedangkan, misalnya terdapat Kecamatan yang kurang dari 28.700 berarti akan ada penggabungan. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).

 

BAGIKAN